Bunga Krisan banyak dibudidaya di daerah dataran tinggi. Sebut saja, Malang dan Salatiga. Untuk bisa sampai ke Kota Bengawan, biasanya florist mengambil dari petani Krisan. Ada yang dalam bentuk bunga petik alias bunga potong, ada juga yang berbentuk tanaman.
”Nah, merawat tanaman Krisan harus diletakkan di tempat yang teduh. Karena Krisan tidak suka panas matahari secara langsung. Kemudian gunakan media tanam cukup memakai tanah subur dan sedikit sekam,” kata plant lover asal Klaten Devia Ramadhani kepada Jawa Pos Radar Solo, Jumat (7/4/2023).
Devi, sapaan akrab Devia Ramadhani, menyebut ada treatment khusus merawat tanaman Krisan. Jika ditemukan ada bunga yang sudah layu atau kering, segera dipotong dan sisakan batang bawah. Biasanya, setelah pemotongan itu akan keluar tunas baru.
”Krisan akan tumbuh subur di bawah paparan sinar matahari langsung. Tapi jangan terkena panas secara langsung. Untuk penyiraman, jangan sampai telat memberi air. Pastikan media tanam tetap basah. Pemupukan tidak perlu sering-sering, cukup sekali sepekan,” bebernya.
Agar tumbuh optimal, lanjut Devi, Krisan membutuhkan kelembaban yang seragam. Jadi penyiraman harus terus menerus dilakukan sepanjang cuaca. Khususnya di musim panas, itu sangat penting. Sebaliknya, setelah tanah membeku dalam cuaca dingin atau saat musim hujan, penyiraman dapat ditunda hingga cuaca panas menghangatkan tanah.
”Cukup tiga hari sekali saat musim panas. Atau tujuh hari sekali saat musim penghujan,” sambungnya.
Soal hama, tanaman Krisan biasanya terkendala serangan jamur atau bahkan bakteri yang ada di tanaman. Selain itu ada juga kutu dan lintah darat. Solusinya, gunakan insektisida untuk membasmi kutu maupun hewan kecil dan fungisida untuk jamur.
”Krisan ini punya banyak jenis, masing-masing jenis butuh treatment yang berbeda. Misalnya, Krisan jenis Maximum, perlu cuaca yang panas. Karena krisan ini cocok untuk taman rumah outdoor. Jenis Carinatum, untuk penanaman cuaca panas. Jenis Inodorum untuk buket bunga. Jenis Segetum, hanya bisa bertahan 2 bulan,” terangnya
Warna bunga Krisan juga bervariasi. Mulai dari putih, kuning, pink, ungu, sampai perpaduan dua warna. (aya/adi/dam) Editor : Damianus Bram