Di dunia internasional, burung ini dikenal dengan nama White Headed Munia. "Bentuknya mirip seseorang yang memakai peci haji warna putih. Disebut emprit kaji ya karena cirinya itu," terang Pak Min, pegawai kios burung Bu Jami No. 02 Pasar Depok, Kota Solo.
Meskipun memiliki kemampuan berkicau, emprit kaji lebih dikenal sebagai hama pemakan padi yang telah menguning. Habitatnya memang di area persawahan atau di tempat yang banyak pohon.
Di sisi lain, emprit kaji dianggap membawa berkah oleh sebagian orang. Khususnya dalam ritual-ritual keagamaan tertentu. Seperti saat Imlek, yakni dengan cara melepasliarkan ratusan ekor emprit kaji.
"Biasanya yang beli itu bukan untuk dipelihara. Tapi dilepaskan lagi karena dipercaya membawa berkah. Ada juga beli emprit kaji dari kalangan anak-anak yang ingin belajar memelihara burung,” beber Pak Min.
Harga jual emprit kaji lebih mahal dibandingkan burung sejenis. Emprit yang biasa dibanderol Rp 2.000 per ekor, untuk emprit kaji bisa Rp 5.000 per ekor.
Perawatan emprit kaji sangat mudah. Tidak perlu dimandikan. Makanannya biji-bijian. Selain itu, tak diperlukan kandang khusus. (ves/wa/dam) Editor : Damianus Bram