Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Kisah di Balik Abdul Aziz Berjibaku Meraih Emas SEA Games Kamboja

Damianus Bram • Rabu, 31 Mei 2023 | 15:00 WIB
TANGGUH: Atlet kickboxing Abdul Aziz diapit dua pelatihan di HAN Academy Solo. (MANNISA ELFIRA/RADAR SOLO)
TANGGUH: Atlet kickboxing Abdul Aziz diapit dua pelatihan di HAN Academy Solo. (MANNISA ELFIRA/RADAR SOLO)
RADARSOLO.COM - Berjuang sampai titik darah penghabisan. Kata-kata ini sepertinya cocok untuk menggambarkan perjuangan Abdul Aziz dalam ajang SEA Games 2023 Kamboja lalu. Bagaimana tidak, saat berjuang meraih emas, kondisi atlet asal Solo itu sedang tidak baik-baik saja.

MANNISA ELFIRASolo, Radar Solo

Abdul Aziz berulang kali memegang medali emas yang dikalungkan di dadanya malam itu. Dia masih tidak percaya bisa meraih medali tertinggi itu pada saat kondisinya mengalami cidera.

Ya, di SEA Games lalu, laki-laki bertubuh gempal ini berhasil menorehkan tinta emas untuk Indonesia. Setelah membekuk atlet dari Vietnam dalam kelas Men Kick Light -63 kg di cabang olaharga kickboxing.

"Perasaannya senang. Senang karena seluruh Indonesia bangga. Begitu pula dengan keluarga, dan teman-teman. Saya juga sudah janji kepada diri saya sendiri untuk meraih emas," ungkap Aziz kepada Jawa Pos Radar Solo saat ditemui di acara syukuran di HAN Academy Solo, belum lama ini.

Itulah hasil jerih payahnya. Enam bulan sudah, atlet kelahiran 1997 itu mempersiapkan kompetisi bergengsi olahraga se Asia Tenggara ini. Selama durasi waktu tersebut, banyak jalan terjal yang harus dihadapi Abdul Aziz.

"Perjuangannya ya ada cedera, sakit. Tapi sebenarnya kalau latihannya saya aman-aman saja bisa saya handle. Cuma ya masalahnya kalau sedang cedera, dipaksa itu agak berat," katanya.

Betis Abdul Aziz memang pernah cedera. Padahal, bagian tubuh tersebut bisa dibilang cukup penting dalam cabang olahraga (cabor) yang digelutinya. Kala itu, dia perlu waktu sekitar satu pekan untuk pemulihan.

"Saya tetap latihan tapi volumenya dikurangi. Seperi lompatan gitu (dikurangi). Jadi lebih ke pukulan," imbuhnya.

Handicap Abdul Aziz tak berhenti di situ. Dia juga sempat sakit, paru-parunya terkena infeksi. "Pas training camp (TC) di Krygyzstan selama sebulan, di sana kan dingin banget. Bisa sampai minus satu derajat celcius. Seminggu di sana saya sakit. Nah kena infeksi paru. Saya batuk darah," ujarnya.

Dengan kondisi seperti itu, pelatihnya meminta dia untuk istirahat. Namun dia pikir, waktu seminggu bisa pulih kembali. Tapi sayangnya, tidak. Bahkan sampai di SEA Games, dia kadang masih kesakitan.

"Di sana kan tidak boleh minum obat sembarangan. Jadi saya minum obat yang tidak keras. Tapi tidak sembuh, tidak ngefek mungkin. Jadi saya tidak latihan. Di kamar saja, tapi saya latihan di pikiran. Bagaimana caranya saya bisa counter lawan saya," tambahnya.

Segala strategi tersusun di otaknya. Jadi dia sudah menyiapkan cara bagaimana untuk menang, meskipun keadaannya tidak fit.

"Tapi di atas ring ini, saya berpikir wah saya lagi sakit bagaimana ini. Bisa menang tidak. Tapi saya tepis karena banyak orang yang menunggu medali emas. Termasuk keluarga. Saya juga janji sama tim manager saya. Dia dulu memperjuangkan saya dua kali, tapi saya tidak beruntung. Nah di SEA Games ini saya ingin membuktikannya," kata dia.

Dalam pertandingan semifinal, Aziz dipertemukan dengan tuan rumah Kamboja. Sedikit ada perasaan ragu-ragu. Bukan perkara mental sebenarnya, tapi lebih apakah akan ada hal yang tidak diinginkan atau tidak.

"Waktu itu saya nervous. Saya baru denger lawan Kamboja, saya berdoa terus. Suporter Kamboja kala itu full. Saya tidak kalah mental sebenarnya, tapi saya takut kalau ada hal-hal yang tidak diinginkan (kecurangan). Pengalaman saya pernah di sebuah kompetisi dulu seperti itu. Jadi saya berusaha ambil poin sebanyaknya," tambahnya.

Kencangnya teriakan suporter Kamboja juga berusaha dihapus Azis dari pikirannya. Dia berusaha untuk fokus. Jika lawannya menendang, dia akan membalasnya. Alhasil, Aziz memenangkan laga semifinal dengan skor 2-1.

"Final ketemunya Vietnam. Saya udah enjoy. Lebih enjoy di final daripada di semifinal," ujarnya.

Kala itu, dia juga full senyum. Sampai dia ditanyai oleh pelatihnya "kenapa kamu senyum-senyum". Setelah melalui lika-liku dalam arena, Abdul Aziz berhasil membawa emas untuk Indonesia. Selanjutnya dia menunggu informasi untuk pemusatan latihan nasional lagi. "Saya juga ingin mempertahankan juara ini," tambahnya. (*/bun) Editor : Damianus Bram
#SEA Games Kamboja 2023 #kickboxing #atlet kickboxing #abdul aziz