ANGGA PURENDA, Klaten, Radar Solo
Pagi-pagi benar, Khoirudin Mustakim bersama ibunya Samiyem sudah sampai di Mapolres Klaten kemarin. Kedatangannya untuk menerima penghargaan dan bonus berupa logam mulia dari Kapolres Klaten AKBP Warsono. Hal itu sebagai bentuk penghargaan dari polres atas prestasinya meraih medali emas SEA Games 2023 Kamnoja beberapa waktu lalu.
Penghargaan itu diberikan tepat di momen Hari Lahir Pancasila yang dihadiri para pejabat utama (PJU) Polres Klaten. Termasuk jajaran dari masing-masing satuan di Mapolres Klaten. Pada kesempatan itu, Mustakim diberi waktu untuk berbicara di hadapan barisan personel polisi di halaman Mapolres Klaten.
Dia tampak gugup karena baru kali pertama berbicara di hadapan ratusan personel polisi. Meski begitu, Mustakim tak ragu untuk menceritakan pengalamannya mengikuti seleksi menjadi anggota Polri. Bahkan sudah dilakoni sebanyak tiga kali tetapi gagal lolos seleksi untuk menjadi bintara.
“Bapak (Kapolres Klaten AKBP Warsono) saya kemarin mendaftar bintara tetapi belum berhasil. Tetapi saya ingin mencobanya lagi. Kegagalan bukan berarti berakhir. Kegagalan membuat saya lebih kuat dan yakin keberhasilan pasti akan datang,” ucap Mustakim saat diberikan kesempatan berbicara di hadapan kapolres dan personel polisi lainnya.
Keinginan kuat untuk menjadi seorang polisi sudah lama terpendam pada diri Mustakim. Terlebih lagi salah satu kakaknya juga menjadi seorang polisi. Terakhir kali Mustakim mendaftar pada 2022 setelah meraih medali emas cabang pencak silat kelas B pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021.
Dia mengungkapkan, kegagalan saat mendaftar dalam seleksi menjadi anggota Polri karena di tangannya saat itu masih terdapat pen. Kondisi itu didapatkan saat bertanding hingga akhirnya sampai operasi pemasangan pen.
“Saya ingin sekali menjadi polisi. Tetap mencobanya, selagi masih bisa. Tahun depan saya mau mencoba lagi dengan ijazah saya yang terakhir,” ujar mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Kepelatihan Olahraga Fakultas Keolahragaan (FKOR) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta ini.
Sembari mempersiapkan diri untuk mendaftar seleksi menjadi anggota Polri, dia tetap fokus menghadapi ajang berikutnya. Seusai SEA Games 2023, sudah menanti PON 2024 di Aceh dan Sumatera Utara. Anak keempat dari pasangan Samiyem dan Paini ini memang sedang berada di kampung halaman Kota Bersinar selama sepekan. Sebelum nantinya kembali ke traning camp di Semarang untuk mempersiapkan diri pada ajang PON tersebut.
Pada usianya yang masih muda itu, Mustakim masih ingin ikut serta dalam ajang pertandingan pencak silat. Salah satu targetnya untuk ikut serta dan mampu juara dalam Asian Games nantinya. Meski Mustakim sebenarnya sudah kenyang atas prestasi yang diraihnya sampai di level kejuaraan dunia.
“Saya ingin mempertahankan atas apa yang saya raih selama ini. Apalagi dengan terus berlatih, semangat dan kegigihan serta dukungan orang tua dan teman-teman hingga akhirnya bisa mendapatkan medali emas pada SEA Games kemarin,” ucap Mustakim yang sudah berlatih silat sejak kelas 5 SD ini.
Hal apa saja yang dilakukan pria kelahiran Klaten, 5 Januari 2001 itu mendapatkan dukungan penuh dari ibunya, Samiyem. Dia hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk Mustakim, termasuk keinginannya anaknya untuk menjadi anggota Polri.
“Alhamdulillah kalau ingin menjadi polisi. Saya hanya bisa mendoakan saja untuk putra saya ini. Saya ingin anak bahagia,” ucap Samiyem. (*/bun) Editor : Damianus Bram