Nama Sun Conure sebagai burung hias masih tergolong asing terdengar di kalangan masyarakat. Bagi pecinta jenis burung paruh bengkok, burung asal Amerika Tengah ini mulai memiliki beragam pesona untuk dijadikan koleksi hewan peliharaan.
Keindahan bulunya jadi alasan utama mengapa masyarakat senang dengan si parkit matahari itu. “Ini burung hias, jadi memang dicari karena keindahan bulunya. Dicari karena memang bagus warnanya. Burung ini juga cerdas,” papar Tiarso, pemilik kios burung hias Nomor 21 Pasar Depok, Banjarsari, Sabtu (2/6/2023).
Dilihat dari bentuknya, burung sun conure itu memiliki warna dominan kuning pada seluruh tubuhnya dengan kombinasi warna oranye menyala pada bagian kepala dan hijau pada bagian bawah sayap, serta semburat warna biru pada bagian bawah ekornya.
Saat masih kecil, sun conure memiliki lebih banyak warna hijau pada ujung sayapnya yang lama kelamaan akan berubah kuning setelah dewasa. Hal sama juga terjadi pada warna oranye pada bagian kepalanya yang akan makin terang seiring bertambahnya usia si burung.
“Makin dewasa, warnanya makin mencolok. Kalau sudah tua, warnanya makin kuning terus kepalanya makin merah,” ujarnya.
Pria yang akrab Pakde Ti ini mengamini harga sun conure relatif tinggi. Itu disebut sebagai salah satu alasan hanya kalangan tertentu yang menggemarinya.
“Di Depok cuma saya yang jual. Satu ekor anakan Rp 2 juta, kalau sepasang (dewasa) bisa sampai Rp 7 juta per ekor. Karena harganya cukup mahal, jarang pelihara. Biasanya bos-bos itu yang beli," bebernya.
Meski masih jarang dijual di pasar hewan, burung asal luar negeri ini sudah banyak dibudidayakan di Indonesia. Karena itu, Pakde Ti siap menyediakan dalam jumlah besar jika ada pesanan.
“Kelebihan burung conure seperti ini bisa diajari untuk atraksi karena pintar. Kalau dipelihara dari kecil dan sudah lulut (jinak) sama pemiliknya, bisa diajari atraksi terbang dan balik ke pemiliknya. Malah ada yang bisa menirukan suara seperti burung betet. Syaratnya ya harus dipelihara dari anakan,” paparnya.
Perawatan sun conure juga tidak ribet. Dengan ketahanan fisik yang baik, burung ini tidak gampang sakit saat cuaca ekstrem (panas/dingin, Red).
“Wantek, tidak gampang sakit. Hawa panas tahan, hawa dingin juga tidak masalah. Pakannya tidak neko-neko. Cukup milet dan jagung muda. Yang perlu diperhatikan membersihkan kandangnya saja,” kata dia. (ves/wa/dam) Editor : Damianus Bram