Jalur Tunggangan adalah akses yang membelah pegunungan dan menghubungkan Desa Ngelo, Kecamatan Jatiroto menuju Desa Genengharjo, Kecamatan Tirtomoyo. Medannya curam dan berkelok.
Masyarakat Jatiroto, Tirtomoyo, dan wilayah sekitarnya kerap melintasi akses tersebut. Cerita-cerita di luar nalar pun akrab dengan mereka.
Kepala Desa Ngelo, Kecamatan Jatiroto Nanik Nur Samawati mengatakan, banyak mitos yang beredar di masyarakat terkait jalur Tunggangan. Salah satunya adalah keberadaan batu di tengah hutan setempat.
Batu itu dikenal masyarakat dengan sebutan Watu Kursi. "Dulu pernah ada tukang ojek, tidak merasa ke Tunggangan. Tapi tiba-tiba sampai di sana (Watu Kursi). Mayoritas yang mengalami keganjilan adalah warga luar wilayah setempat,” urainya.
Di jalur Tunggangan, lanjut Nanik, kerap terjadi kecelakaan. Terutama di sekitar Watu Dukun. "Mungkim karena tikungannya tajam," katanya.
Peristiwa yang membuat heboh terjadi pada 2019 lalu. Bus besar tersesat di jalur Tunggangan dan tak bisa melanjutkan perjalanan karena jalan yang sempit.
Anehnya, meskipun jalan sempit, curam, dan banyak tikungan, bus tersebut bisa sampai di puncak perbukitan. Sampai saat ini, bagaimana bus bisa sampai di lokasi itu masih menjadi misteri.
Nanik menduga, sopir bingung setelah melintas dari arah Jatisrono. “Katanya ada penumpangnya, tapi ternyata tidak ada (penumpang),” jelasnya.
Sopir bus baru sadar saat bus sudah di atas perbukitan dan tak bisa berbelok lagi. "Untungnya busnya bisa dievakuasi. Tidak ada korban saat itu," ucap Nanik.
Belum lama ini, juga ada truk pengangkut logistik yang tersasar di jalur Tunggangan. Diduga, sopir salah membaca arah dari aplikasi Google Maps.
Biasanya, saat melintasi jalur Tunggangan, warga setempat membunyikan klakson. Mungkin sebagai tanda “permisi” kepada danyang setempat.
Meskipun banyak cerita mistis menyelimuti jalur tersebut, jalur Tunggangan sangat bermanfaat bagi masyarakat.
Warga Wonogiri bagian timur seperti Jatisrono, Slogohimo, Purwantoro bahkan Jawa Timur hendak ke wilayah selatan Wonogiri seperti Baturetno, bisa memangkas jarak lewat jalur itu. Jika tidak melintas jalur tersebut, harus melintas melalui Kecamatan Ngadirojo yang jaraknya lebih jauh. (al/wa) Editor : Damianus Bram