Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Sunarso, Ciptakan Perangkat Gamelan dari Bahan Keramik

Damianus Bram • Selasa, 20 Juni 2023 | 16:04 WIB
BARU: Sunarso memainkan perangkat gamelan dari bahan keramik kemarin (19/6/2023). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
BARU: Sunarso memainkan perangkat gamelan dari bahan keramik kemarin (19/6/2023). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
RADARSOLO.COM - Gamelan biasanya terbuat dari bahan kuningan. Namun, di tangan Sunarso, seniman sekaligus guru karawitan ini, bahan keramik pun bisa dibuat menjadi perangkat alat musik khas Jawa.

SEPTIAN REFVINDA, Solo, Radar Solo

Alunan nada pelog dalam musik pentatonis terdengar indah dari tangan-tangan kecil siswa SD di Solo ini saat bermain karawitan. Namun ada yang unik. Gamelan yang mereka mainkan bukan dari bahan kuningan, melainkan dari keramik.

Tidak sekadar bermain karawitan, tekstur keramik yang mudah pecah melatih anak untuk mengolah rasa saat memainkannya. Lewat seni, intuisi anak dapat dipertajam. Intuisi ini menjadi dasar dari seorang manusia untuk bisa berhubungan dengan lingkunganya, agamanya, dan kehidupannya.

Mempelajari seni tradisi misalnya. Secara tidak langsung mengajak anak mengenal nilai-nilai budaya dan memelihara tradisi agar tetap hidup.

Inilah yang mendorong Sunarso menciptakan gamelan dari bahan keramik. Terciptanya alat musik tersebut sebagai media baru untuk menarik anak belajar gamelan

“Biasanya gamelan konvensional itu dari besi, perunggu dan kuningan. Sekarang saya coba dengan keramik sebagai media baru untuk belajar gamelan. Agar generasi muda tertarik belajar musik tradisional” kata guru karawitan di salah satu SD di Solo ini.

Sunarso menceritakan, banyak generasi muda yang tidak mengetahui musik tradisional. Karena itu, perlu cara yang menyenangkan agar anak bisa bermain sambil belajar mengenal alat musik suatu daerah. Salah satunya, bermain alat musik gamelan dari kemarik. Tekstur keramik yang mudah pecah melatih anak untuk memiliki rasa yang lembut saat memainkannya.

“Keramik itu mudah pecah. Jadi bisa melatih rasa anak-anak agar bisa menahan emosi. Ketika memainkan gamelan keramik, itu bisa lebih sabar dan lembut. Sehingga seni di sini bisa mengolah rasa anak,” tuturnya.

Sambil mempraktikan cara memainkan alat musik gamelam buatannya, Sunarso menceritakan, pembuatan gamelan dari keramik ini tidak sesederhana memainkannya. Dibutuhkan kesabaran dan ketekunan untuk menciptakan gamelan keramik dengan bunyi yang pas meski mayoritas perangkat yang digunakan mudah dijumpai dalam keseharian, yakni keramik dan kayu bekas.  Butuh satu hingga dua bulan untuk menciptakan satu tangga nada (laras) pada gamelan.

“Kesulitannya itu malah saat ngebornya, susah. Kalau untuk cuning atau pelarasan masih mudah. Tidak susah-susah banget. Tapi kalau melubagi susah, karena keramik mudah pecah,” tuturnya.

Rancangan gamelan ini seluruhnya juga terbuat dari limbah keramik. Setelah beberapa bulan melakukan eksplorasi. Skala musik yang sesuai akhirnya ditemukan. Panjang dan pendek bilah keramik juga sangat berpengaruh pada nada.

Menurut dia, bahan baku gamelan konvensional yang terbuat dari kuningan dan cara membuatnya yang cukup rumit menjadikan alat musik tersebut hanya dimiliki oleh kalangan tertentu. Salah satu impiannya adalah menghadirkan bentuk gamelan yang lebih memasyarakat.

“Dengan inovasi ini anak lebih tertarik untuk bermain alat musik tradisional dengan media yang berbeda. Selain untuk pembelajaran belajar seni tradisi dengan alat ini bisa mengolah rasa anak untuk lebih peka dan lembut,” tuturnya. (*/bun) Editor : Damianus Bram
#Perangkat Gamelan Keramik #gamelan #Gamelan Keramik #Sunarso #Gamelan dari Keramik