RADARSOLO.COM - Kasus kecelakaan didominasi karena faktor human error. Salah satu penyebabnya karena kelelahan hingga membuat pengendara mengantuk di perjalanan. Inilah yang mengilhami Muyasaras Laila Wibowo membuat alat pendeteksi kelelahan.
Sudah berapa banyak nyawa melayang di jalan karena kecelakaan. Kondisi ini sangat rawan terutama bagi mereka yang melakukan perjalanan jarak jauh. Faktor fisik pengendara yang mengalami kelelahan membuat tubuh tidak stabil dan bisa berakhir kecelakaan.
"Dari situ saya kepikiran untuk membuat alat tersebut. Dengan memakai alat ini, setidaknya bisa mencegah kecelakaan," ujar Muyasaras Laila Wibowo, siswa kelas XIII IPA2 Program Boarding School Sains Riset Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Surakarta.
Alat itu bernama Mosafyr akronim dari Monitoring Driver Fatigue for Motorist Safety. Cara kerja alat yang berbentuk jam tangan ini adalah mendeteksi kelelahan melalui denyut jantung dari urat nadi kita. Gadis ini mengatakan beats per minute (bpm) detak jantung pengendara secara normal berada di angka 60 sampai 100.
“Kalau di bawah 60 biasanya kondisinya memang Lelah,” ujar dia.
Prinsip kerja alat ini yaitu dengan menghubungkan baterai 9V ke Arduino dengan menggunakan kabel power jack 2,1mm. Setelah itu, pulse sensor akan mendeteksi dan menghitung denyut jantung. Kemudian data tersebut akan diproses oleh Arduino Uno Atmega 328.
Ketika proses perhitungan denyut jantung, LED akan berkedip sesuai dengan frekuensi denyut jantung. Kemudian hasil data yang diproses oleh arduino uno atmega 328 akan langsung ditampilkan pada LCD
“Jika pengendara kelelahan, alat itu bakal memberitahu melalui indikator lampu berwarna merah. Mosafyr juga bakal mengeluarkan suara yang memberitahu pengendara bahwa dia sedang kelelahan,” ujar dia.
Disinggung berapa modal yang dikeluarkan untuk membuat alat tersebut? Laila mengatakan sekira Rp 200 ribu. Dia terbantu karena di sekolahnya ad akelas robotik.
"Karena disini ada kelas robotik ya, jadi untuk alat sudah lengkap. Hanya membeli beberapa part penunjang Saja. Uji coba sampai berhasil kemarin butuh waktu dua mingguan," papar dia.
Atas inovasinya, Muyasaras berhasil meraih juara 2 dalam lomba Pelajar Pelopor Keselamatan Jalan Tingkat Kota Surakarta yang diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta. Kemudian maju ke provinsi berhasil meraih juara tiga.
Guru pembimbing Laila, Prihantoro Eko Sulistyo mengatakan, awal pembuatan alat tersebut dengan melakukan observasi. Hasilnya menunjukkan data penyebab kecelakaan rata-rata karena kelelahan. Setelah berhasil mengidentifikasikan masalah, desain dan konsep alat dibuat untuk menjawab persoalan angka kecelakaan akibat kelelahan yang cukup tinggi. Langkah awal adalah mengumpulkan komponen yang diperlukan.
Prihantoro menyebut hanya perlu dua sampai tiga hari untuk membuat prototipe dari alat di sekolah. Dari prototipe tersebut baru dikembangkan dengan bantuan komputer. Coding juga harus dilakukan agar masing-masing komponen bisa berjalan sesuai fungsi. Alat tersebut bertujuan agar pengendara bisa beristirahat apabila memang indikatornya menunjukan sedang kelelahan.
"Jika memang kondisinya sudah lelah maka disarankan istirahat ya tujuannya untuk mengurangi risiko kecelakaan tadi," lanjut dia.
Alat itu dilengkapi dengan baterai berkapasitas 9 volt dengan daya tahan mencapai satu hari. Sejauh ini, bakal ada pengembangan lebih lanjut sehingga bisa melihat potensi untuk dipasarkan. Saat ini alat tersebut sedang diproses hak cipta. (*/bun)
Editor : Damianus Bram