RADARSOLO.COM - Pebasket muda asal Solo Halmaherano Aprianto Lolaru Hady selama 10 hari mengikuti training camp di Chicago, Amerika Serikat. Dia bergabung bersama para pebasket muda di bawah skuad DBL Indonesia All-Star 2023.
Rano—sapaan akrab Halmaherano Aprianto Lolaru Hady—tak akan pernah melupakan pengalaman saat menapakkan kakinya di Negeri Paman Sam. Selama sepuluh hari dia bersama para pebasket muda berkesempatan menimba ilmu basket.
"Saat berangkat itu rasanya senang banget dan sangat bersemangat pengin cepet-cepet sampai di sana," kata pelajar berusia 17 tahun ini kepada Jawa Pos Radar Solo belum lama ini.
Bagi Rano kesempatan ini merupakan momen yang paling ditunggu-tunggu. Untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya dari negeri penggila basket ini. Usai mencicipi persaingan panas di DBL Camp 2023 yang baru saja terlaksana pada 11-14 Mei lalu di Jakarta.
"Hari pertama diisi jalan-jalan saja. Berkeliling sebagian kecil Kota Chicago dan merasakan naik transportasi umum serta berbelanja," kata Rano.
Atmosfer Kota Chicago sangat membius pandangan mata Rano. First impression-nya saat di kawasan itu sangat menarik. Kotanya seru, dingin, dan sepi.
Di hari pertama, rombongan diajak naik kapal menyusuri sungai yang lumayan panjang. Dari sungai tersebut, mata bisa melihat gedung-gedung tinggi dengan arsitektur bangunan lama. Dalam tour tersebut, rombongan juga melewati beberapa jembatan.
"Hari kedua sudah mulai latihan dengan scrimmage," beber siswa SMK ST Santo Mikael Surakarta tersebut.
Rano dan skuad DBL All-star diajarkan hal-hal dasar. Pertama melatih otot tubuh. Dengan push up, tiga macam shit up, dan squat jump. Masing-masing tiga menit. Lalu diajarkan cara menerima bola, ambil step jump shoot dan berlatih lay up, hingga shooting bola.
"Sebenarnya latihan yang diberikan itu semua merupakan dasar dalam bermain basket. Berlatih fundamental dalam basket. Jadi tidak cuma hari pertama saja. Tapi hari berikutnya juga, semua yang diajarkan merupakan dasar bermain basket," tambahnya.
Hanya saja, penyampaian dasar basket oleh pelatih lebih mendetail. Setiap gerakan akan dijelaskan sedetail mungkin. Sehingga memudahkan skuad untuk memahaminya.
"Coach akan mempraktikkannya dengan detail. Semua aspek akan dilihat dari coach. Jika ada yang salah coach akan menjelaskan dan memperagakan ulang dengan mengulangi penjelasan di setiap gerakannya," terangnya.
Mereka dididik langsung coach-coach ternama dari Negeri Paman Sam. Di antaranya DaShaun Thomas, Micah Lancaster, dan Nasil Evelyn. Mereka sangat enjoy menikmati training camp ini. Seperti diketahui, Micah Lancester adalah pelatih basket ternama yang dikenal pernah membantu sejumlah bintang NBA. Micah Lancaster pernah melatih sosok yang telah melegenda di NBA, seperti Kobe Bryant dan Dwyane Wade.
“Tidak ada tekanan. Semua dijalani dengan senang. Ada canda dan gurauan. Senang sekali bisa mendapat pengalaman berharga dan mendapatkan pengajaran dari orang-orang hebat," tuturnya.
Setelah berlatih dan belajar bersama, skuad DBL All-Star juga menjalani turnamen bernama Chicago Summer Jam di area Northbook. Ini terlihat di Instagram DBL Indonesia Official (@dblindonesiaofficial).
Ke depan, perjalanan Rano masih panjang. Tahun ini dia akan mengikuti DBL lagi. Dengan harapan utama dia dan SMK ST. Mikael Surakarta bisa merebut gelar juara.
"Ke depan, harapan uatama bisa membawa sekolah saya menjadi juara DBL. Lalu selanjutnya bisa mengulang menjadi DBL All-Star," kata Rano. (*/bun)
Editor : Damianus Bram