RADARSOLO.COM - Menangani anak dengan kanker menjadi konsen dokter spesialis anak RSUD Dr. Moewardi Surakarta dr. Muhammad Riza, Sp.A (K), M.Kes. Tidak hanya memastikan pasien sembuh dari kanker, namun juga menyediakan rumah singgah bagi mereka. Namanya Rumah Singgah Nenek Uti di Jalan Pratanggapati VIII N0.14, Kecamatan Jebres, Kota Solo.
Kemoterapi alias kemo merupakan salah satu jenis pengobatan kanker. Biasanya, pasien kanker yang datang ke rumah sakit (RS) di kota-kota besar, tak langsung dikemo setelah memeriksa kesehatannya ke dokter. Harus melalui tahapan tes kesehatan, pemeriksaan gigi, hingga mengatur jadwal kemo.
Proses ini membutuhkan waktu berhari-hari. Jika pasien dan keluarganya berasal dari luar kota, mereka harus merogoh kocek tambahan untuk biaya akomodasi. Terutama untuk sewa rumah singgah, indekos, atau kontrakan sembari menunggu jadwal kemo.
Di Kota Solo, RSUD Dr. Moewardi Surakarta sering jadi rujukan pasien kanker dari berbagai daerah. Nah, tak jauh dari RS yang dikelola provinsi tersebut, berdiri Rumah Singgah Nenek Uti. Bisa dimanfaatkan pasien dan keluarganya untuk tinggal sementara. Gratis tanpa dipungut biaya sepeser pun, rumah singgah ini sudah berdiri sejak 2016 silam.
“Kalau kemo kan tidak setiap hari. Semisal seminggu bisa kemo empat. Jadwalnya Senin dan Selasa, lanjut kemo lagi Jumat dan Sabtu. Saat Rabu dan Kamis itu (pasien dan keluarganya) bisa tinggal di sini (rumah singgah),” ungkapnya, kemarin (16/8).
Bukan tanpa alasan Riza mendirikan rumah singgah bagi anak dengan kanker. Karena mayoritas pasiennya berasal dari luar Kota Bengawan.
“Ada yang dari Pacitan, Ngawi, Surabaya, sampai Jawa barat. Kasihan kalau mereka harus pulang dulu sambil menunggu jadwal kemo. Padahal jeda waktunya paling sehari atau dua hari. Akhirnya saya buat rumah (singgah) ini,” imbuhnya.
Riza mengaku, ide pendirian rumah singgah berawal dari komunitas Childhood Cancer Care (3C) pada 2012 silam. Komunitas ini merupakan pendamping anak dengan kangker di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Hingga akhirnya, komunitas ini berubah menjadi Yayasan Tunas Sehat Indonesia.
Karena aksi mereka semakin dikenal, hingga menarik perhatian pasangan suami-istri (pasutri) asal Kota Solo Tejo Srinoto-Ayulik Trihendro. Mereka dengan ikhlas meminjamkan kediamannya untuk rumah singgah.
“Jadi, mereka ini background-nya pengusaha. Tinggalnya sehari-hari di Jakarta. Karena tahu dengan komunitas kami, akhirnya mereka tertarik meminjamkan rumahnya,” bebernya.
Tawaran tersebut tak disia-siakan Riza. Karena sejak awal, dia memimpikan untuk mendirikan rumah singgah. Apalagi rumah itu lokasinya tidak jauh dari RS tempatnya bekerja. “Cukup 5 menit jalan kaki sampai. Jadi sejak 2016 kami jadikan rumah singgah,” bebernya.
Awalnya, bangunan rumah singgajh hanya memiliki tiga kamar tidur. Seiring berjalannya waktu, banyak pasien yang izin untuk menginap. Akhirnya rumah tersebut direnovasi pada 2018.
“Selesai (renovasi) pada 2019. Kami perluas dan dijadikan dua lantai. Rumah singgah yang lama luasnya hanya sepertiga bangunan baru sekarang,” ungkap Riza.
Rinciannya, lantai dasar memiliki tiga kamar dan satu hall besar. Kemudian di lantai 2, juga terdapat tiga kamar besar. Diklaim bisa menampung hingga 15 pasien beserta pendampingnya. “Jadi total bisa dipakai untuk 45 orang,” urainya.
Tak sekadar hunian gratis, rumah singgah ini juga menyediakan konsumsi. Anggarannya berasal dari para donatur. Biasanya donatur menyumbang beras, gula, air mineral, bumbu dapur, dan lain sebagainya.
“Lauk pauk dan sayur biasanya keluarga pasien yang beli sendiri. Menyesuaikan selera masing-masing. Rumah singgah ini juga dilengkapi dengan dapur,” beber Riza.
Kini, tak hanya anak dengan kanker saja yang memanfaatkan rumah singgah itu. Bisa juga dipakai pasien rujukan penyakit tulang di RS Ortopedi Dr. Soeharso Surakarta.
“Di sana (RS Ortopedi Dr. Soeharso Surakarta) bahkan rujukan nasional. Pasiennya banyak dari luar pulau Jawa. Pasien dan keluarganya juga bisa tinggal sementara di rumah singgah,” papar Riza. (atn/fer)
DR MUHAMMAD RIZA SP A (K) M KES
Tempat/Tgl Lahir
Surabaya, 26 November 1976
Alamat Rumah
Jalan Samanhudi No 22 Surakarta
Istri
Dr dr Suci Widhiati Sp KK(K)
Anak
Alesha Larasati
Naura Prashanti
Pendidikan
- Pendidikan Dokter FK UNS (2002)
- Pendidikan Dokter Spesialis Anak FK UNS (2007)
- Magister Kedokteran Keluarga Pascasarjana UNS (2007)
- Pendidikan Dokter Spesialis Anak Konsultan Hematologi- Onkologi RSUP Dr Sardjito (2015)
Riwayat Pekerjaan
- Dokter Umum RSU Kartini Karanganyar (2002)
- Dokter Umum Poliklinik PMI cabang Surakarta (2002)
- Ketua Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalasemia (POPTI) Cabang Surakarta (2006- 2014)
- Staf Ilmu Kesehatan Anak Divisi Hematologi- Onkologi RSUD Dr Moewardi/FK UNS (2009- sekarang)