RADARSOLO.COM - Cadaver sering digunakan untuk mempelajari anatomi tubuh manusia. Penggunaan mayat yang diawetkan tersebut, bisa berdampak kurang baik bagi kesehatan dalam jangka panjang. Solusinya, Lektor D3 Teknik Informatika, Fakultas Sekolah Vokasi Universitas Selas Maret (UNS) Surakarta Fendi Aji Purnomo ciptakan aplikasi Metaverse Anatomart.
Pahlawan di era teknologi digital seperti saat ini, bukan sekadar sosok yang membela negara dalam merebut kemerdekaan. Lebih dari itu, arti pahlawan zaman now jauh lebih luas dan modern.
Bagi generasi milenial, permasalahan dihadapi jauh lebih kompleks. Musuh yang dihadapi bukan sekadar ancaman yang mengganggu kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tetapi permasalahan-permasalahan yang mencakup hampir seluruh sendi kehidupan. Tidak terkecual bidang teknologi.
Hadirnya inovasi-inovasi teknologi di berbagai bidang, berperan penting dalam melanjutkan perjuangan para pahlawan kemerdekaan di era zaman now. Membangun kecerdasan teknologi digital, merupakan langkah strategis dalam mewujudkan cita-cita Indonesia maju.
Dengan kecerdasan teknologi digital yang kuat, seseorang dapat mencetak masyarakat yang siap menghadapi perubahan, mengoptimalkan teknologi digital, serta menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang berjaya.
Nah, dosen muda UNS Fendi Aji Purnomo punya inovasi mutakhir di bidang teknologi pendidikan. Namanya Metaverse Anatomart ini dapat dikembangkan untuk mempermudah dalam pembelajaran anatomi tubuh secara digital.
“Perkembangan teknologi saat ini mengarah pada Artificial Intelligence (AI). Bisa dimanfaatkan untuk kegiatan pembelajaran. Dengan begitu, generasi muda akan lebih merdeka dalam belajar, sesuai dengan pilihan masing-masing,” ucapnya, kemarin (16/8).
Metaverse Anatomart merupakan aplikasi pembelajaran anatomi tubuh manusia. Mempertemukan dosen atau guru, dengan peserta didik di dalam lingkungan virtual. Inovasi ini tercipta, berawal dari kendala dalam belajar anatomi tubuh manusia, yang masih menggunakan cadaver.
Padahal jika dilakukan dalam jangka panjang, kurang baik terhadap kesehatan. Karena cadaver menggunakan bahan pengawet. Mengurangi dampak bagi kesehatan, muncullah inovasi Metaverse Anatomart ini. Apalagi pada awal 2020 lalu, Indonesia sempat dilanda pandemi Covid-19. Di mana pembelajaran tatap muka diubah menjadi daring.
“Aplikasi Metaverse Anatomart ini merupajan alternatif pembelajaran yang dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Terus dikembangkan lagi untuk pembelajaran yang lainnya, terutama di jenjang SMP dan SMA sederajat,” imbuhnya.
Metaverse Anatomart memiliki fitur dialog audio secara real time. Mampu menampung maksimal 20 peserta didik. Selain itu, setiap peserta dapat saling menyapa di dalamnya. Sehingga akan tercipta pembelajaran sinkronus yang efisien dan efektif.
“Sesuai dengan Kurikulum Merdeka, di mana generasi milenial bisa belajar, bereksplorasi, dan mengasah pengalaman. Inovasi ini sangat mendukung. Jika dulu hanya bisa belajar lewat manekin (dan cadaver), sekarang lebih luas lagi. Bisa virtual sesuai perkembangan zaman,” paparnya.
Sementara itu, cukup banyak inovasi yang ditelurkan Fendi. Selain Metaverse Anatomart, dia juga membuat alat ukur ketinggian air, dengan pembengkokan makro berbasis sensor serat optik. Kemudian aplikasi sistem manajemen pengetahuan SPBE, EWS banjir inklusi, Simola PLTU (website monitoring dan pelaporan pekerjaan pengamanan PLTU TJ Awar-Awar), E-Budgeting PLN Aster, hingga PantauDaya.id. (ian/fer)
BIODATA
Nama : Fendi Aji Purnomo S.Si., M.Eng.
Jabatan Fungsional : Lektor
Jurusan : D-3 Teknik Informatika Fakultas Sekolah Vokasi
DAFTAR INOVASI FENDI
- Aplikasi Metaverse Anatomart
- Alat Ukur Ketinggian air dengan Pembengkokan Makro yang berbasis Sensor Serat Optik
- Aplikasi Sistem Manajemen Pengetahuan SPBE
- EWS Banjir Inklusi
- Simola PLTU (Website Monitoring Dan Pelaporan Pekerjaan Pengamanan PLTU TJ AWAR AWAR)
- E- Budgeting PLN Aster
- PantauDaya.id