Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Sutarjo, Istiqamah Tekuni Pembuatan Alat Musik Keroncong di Tengah Gempuran Musik Modern

Damianus Bram • Kamis, 24 Agustus 2023 | 16:55 WIB

 

TETAP EKSIS: Sutarjo mencoba kualitas alat musik buatannya di rumahnya di Joyontakan, Serengan, Rabu (16/8)
TETAP EKSIS: Sutarjo mencoba kualitas alat musik buatannya di rumahnya di Joyontakan, Serengan, Rabu (16/8)

RADARSOLO.COM - Di era maraknya berbagai aliran musik modern, keroncong masih tetap eksis dengan kekhasannya. Namun, tidak banyak orang yang menjadi perajin alat musik ini. Salah satu yang masih bertahan adalah Sutarjo.

Bakat Sutarjo menekuni kerajinan alat musik keroncong mengikuti jejak sang kakak. Namanya sudah tak asing di kalangan seniman. Terutama yang bergelut dengan musik keroncong.

"Saya mulai menggeluti usaha pengrajin alat musik keroncong ini sejak 1976. Berawal dari kakak saya yang juga seniman dan perajin (musik keroncong), akhirnya saya mengikuti jejaknya," ujar Sutarjo ditemui di rumahnya di Joyotakan, Serengan, belum lama ini.

Meski bisa dibilang sangat jarang perajin alat musik keroncong, namun Sutarjo tetap bertahan memilih jalur ini sebagai penopang utama ekonomi keluarganya. Bahkan pasang surut pandemi tidak membuat dia beralih ke profesi lain.

Terbukti ketekunan dia menjalani profesi ini berbuah manis. Dalam delapan bulan terakhir ini saja, dia telah menerima lima perangkat alat musik keroncong dari instansi maupun masyarakat umum. Dalam satu set alat tersebut, terdiri dari contrabass, cello, gitar, cak dan cuk. Selain itu, dia juga melayani pembuatan alat musik biola.

"Biasanya pelanggan bisa datang ke sini, atau menghubungi lewat telepon untuk pesan," tuturnya.

Pelangganya tidak main-main. Bukan hanya dari Pulau Jawa, tapi sudah menembus berbagai wilayah di Indonesia. Seperti Makasar, Nusa Tenggara Barat, Papua, Sumatera, dan Sulawesi.

Harga yang ditawarkan pun bervariasi. Tarif satu set alat musik keroncong dari Rp 17 juta hingga Rp 21 juta. Tergantung pada bahan kayu yang dipesan pelanggan.

"Kayu yang tersedia ada mahoni, maple, dan sengon," ujar pria berusia 71 tahun ini.

Untuk proses pembuatan alat musik ini dimulai dari desain dan pemilihan kayu. Selanjutnya, bodi alat musik akan digarap oleh tim perajin. Setelah mentahan alat musik jadi, Sutarjo akan melakukan finishing di rumahnya. Waktu yang diperlukan untuk membuat satu set alat musik ini hingga kelar butuh satu bulan.

"Saya punya tim sendiri untuk membuat bodi alat musiknya di daerah Sukoharjo. Tapi untuk finishing saya lakukan sendiri di rumah," imbuh dia.

Keunikan lain dari usaha home industry Sutarjo ini ialah konsumen dapat memesan bentuk dari alat musik sesuai selera mereka. Bahkan, baru-baru ini Sutarjo berinovasi membuat biola elektrik berbentuk jangkar kapal dan huruf S. Dia juga tengah berusaha membuat alat musik dengan bentuk unik lainnya.

"Pelanggan bisa memesan bentuk alat musiknya, nanti akan saya pertimbangkan untuk kesesuaian ukuran dengan perangkatnya seperti senar, spul, dan lainnya," ujar dia. (ul/bun)

Editor : Damianus Bram
#cak dan cuk #keroncong #alat musik #contrabass #cello #perajin alat musik