RADARSOLO.COM - Tak pernah sedikitpun terbersit di benak Rini Triningsih ketika masa sekolah bercita-cita menjadi jaksa. Perempuan kelahiran Klaten, 16 Agustus 1972 ini lahir dari seorang ayah purnawirawan kepolisian dan ibu seorang guru. Mengenyam pendidikan dari jenjang SD hingga SMA di tanah kelahirannya.
"Setelah lulus SMA, saya kuliah di UNS melalui jalur penelusuran bibit unggul daerah. Saya awalnya memilih jurusan adminstrasi negara (AN) karena mau jadi pegawai negeri. Tapi, kata orang-orang di AN saingannya banyak. Akhirnya pilih hukum. Kata orang-orang juga banyak lulusan hukum yang menganggur. Tapi tidak apa-apa lah, saya pilih itu. Akhirnya diterima," kata Rini.
Rini menyelesaikan studinya di UNS tidak sampai 4 tahun. Setelah lulus, dia membaca ada pengumuman rekrutmen pegawai di kejaksaan. Akhirnya doa mendaftar dan diterima.
"Awalnya saya di Kejari Sragen. Kemudian, melanjutkan studi strata 2 di Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta, lulus dua tahun," katanya.
Saat studi di UGM, Rini kemudian melanjutkan karir di Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 1999-2001. Kemudian di Kejari Jogja sebagai jaksa fungsional (2001-2009), lalu kembali lagi ke Kejati DIY sebagai jaksa fungsional (2009-2011).
"Lalu, mencoba seleksi menjadi jaksa di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Akhirnya berhasil sebagai jaksa fungsional (2011-2019)," katanya.
Sepak terjang Rini di KPK tidak bisa dianggap remeh. Saat menjadi bagian tim jaksa KPK, Rini sempat menangani beberapa kasus besar. Di antaranya kasus suap impor daging yang melibatkan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaq dan rekannya Ahmad Fathanah pada 2013. Kasus suap mantan Bupati Empat Lawang, Sumatera Selatan, Budi Antoni bersama istri pada 2015. Bahkan, kasus sengketa Pilkada TPPU yang menjerat mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar pada 2018. Setelah itu, giliran mantan Gubernur Jambi Zumi Zola pada 2018. Semua kasus ini sudah inkrah.
"Setelah bertugas di KPK delapan tahun, kemudian pindah ke Kejati Bali pada periode 2019-2020. Lalu, bertugas sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Indragiri Hilir, Riau pada 2020 sampai 2022. Dan saat ini bertugas sebagai Kajari Sukoharjo saat ini," kata Rini. (kwl/bun)
Editor : Damianus Bram