Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Alligator Snapping Turtle dan Common Snapping Turtle: Karakternya Sebanding dengan Bentuk Fisik

Silvester Kurniawan • Minggu, 3 September 2023 | 17:00 WIB
GARANG:  Alligator snapping turtle memiliki bentuk kepala yang sangar dan rahang kukuh.
GARANG: Alligator snapping turtle memiliki bentuk kepala yang sangar dan rahang kukuh.

RADARSOLO.COM - Dari berbagai jenis kura-kura predator, alligator snapping turtle (AST) dan common snapping turtle (CST) yang paling banyak dikoleksi penghobi.

Bagi kalian yang baru akan memeliharanya, perlu memperhatikan perbedaan ciri fisiknya keduanya.

"Sebetulnya gampang membedakan AST dan CST ini. Harganya saja sudah beda jauh. Jadi kalau sampai salah beli, bisa rugi," ujar pengoleksi kura-kura air predator asal Kota Solo, Ilham Nur. 

Berikut tiga ciri utama yang bisa dijadikan patokan: 

Ukuran dan Bentuk Kepala.

Dari segi ukuran kepala dan bentuknya, kepala AST jauh lebih besar dibandingkan CST. AST memiliki tengkorak yang lebih besar dengan bentuk lebih sangar. Perbedaan lain di bagian kepala terletak pada kemampuan membuka lebar bagian mulut dan memanjangkan leher saat berburu mangsa.

"Dari kepalanya saja sudah beda. AST kepalanya lebih besar, mulutnya bisa membuka lebar saat mencari mangsa karena merupakan predator yang biasa menyergap dengan cara berdiam diri di dasar sungai atau rawa-rawa,” jelas Ilham.

GIGITAN KUAT: Sekali menggigit, alligator snapping turtle tidak akan melepaskan mangsanya hingga tercabik.
GIGITAN KUAT: Sekali menggigit, alligator snapping turtle tidak akan melepaskan mangsanya hingga tercabik.

Sedangkan CST memiliki ukuran kepala lebih kecil namun bisa memanjangkan leher saat memburu mangsa, cenderung aktif dan mencari mangsa dengan cara mengejar.

Bentuk Cangkang dan Ekor

AST memiliki bantuk cangkang yang tidak rata. Bagian atas dan samping cangkang memiliki benjolan lancip menyerupai duri-duri berukuran besar mirip dinosaurus. Duri-duri besar itu juga ada di bagian ekornya yang tebal dan pendek.

Untuk CST memiliki bentuk cangkang lebih halus alias tanpa duri-duri menonjol. Demikian pula bagian ekor. Ekor kura-kura jauh lebih halus dan panjang dibandingkan AST.

"Ekor yang panjang itu membuat CST lebih hebat berenang di air dan mengejar mangsa berupa ikan kecil dan lainnya. Kalau AST hanya pasif, dia tidak berenang. Tapi jalan di dalam air dan menangkap mangsa dengan membuat jebakan dari rahangnya yang besar," tutur Ilham.

Keaktifan, Keagresifan, dan Gigitan

Di bagian ini, CST jauh lebih aktif dibandingkan AST. Dengan kemampuam yang jauh lebih baik, CST merupakan perenang andal di dalam air. Sementara AST merupakan kura-kura air yang pasif dan hanya menunggu mangsa yang lewat di depan mulut mereka.

"Kalau gigitannya, sama-sama berbahaya. Bedanya hanya CST menggingit atau menyerang namun masih bisa melepaskan gigitan. AST kalau sudah menggigit, nggak akan bisa lepas kalau tidak sampai putus," ungkap dia.

Tiga perbedaan ini bisa menjadi pertimbangan ketika berencana mengadopsi AST maupun CST. (ves/wa)

 

Editor : Damianus Bram
#Kura-kura Predator #kura-kura #alligator snapping turtle #Common Snapping Turtle