Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Yudistira Mansyur Bayu Aji, Tekuni Bisnis Apparel Olahraga dari Nol Berbuah Manis 

Silvester Kurniawan • Rabu, 6 September 2023 | 16:00 WIB
ULET: Yudistira memantau kinerja karyawannya di tempat usahanya kemarin.
ULET: Yudistira memantau kinerja karyawannya di tempat usahanya kemarin.

RADARSOLO.COM - Mengawali aktivitas sebagai pegawai di salah satu unit usaha milik kampus, Yudistira Mansyur Bayu Aji kini sukses menekuni bisnis apparel olahraga. Bahkan, brand apparel miliknya mulai diperhitungkan.

Tumbuh di lingkungan masyarakat yang gemar bermain sepak bola akhirnya mengantar Yudistira menjadi pemain bola aktif di kompetisi tarkam hingga Liga 3. Perubahan terjadi kala dia memutuskan untuk berhenti menekuni sepak bola untuk meneruskan pendidikannya di Universitas Sebelas Maret (UNS) pada 2014.

“Sempat pengin jadi pemain bola profesional, tapi karena sepakbola di Indonesia saat itu tidak baik-baik saja saya putuskan untuk lanjut pendidikan saja. Saya masuk penjas (pendidikan jasmani) UNS agar bisa jadi guru olahraga,” kata dia kepada Jawa Pos Radar Solo, Selasa (5/9).

Remaja yang gemar melakoni berbagai kegiatan itu akhirnya mendapat kesempatan terlibat dalam sebuah proyek usaha di kampusnya. Dia bekerja sebagai penjaga toko di unit usaha milik kampus bernama Sportsmart pada 2017. Toko olahraga milik kampus itu kemudian mendapatkan banyak permintaan untuk membuat jersey dalam berbagai kegiatan kampus. Momen inilah yang mengenalkan Yudistira pada berbagai seluk beluk dunia konveksi pembuatan jersey olahraga.

“Sejak semester 5 saya kerja d Sportsmart jadi penjaga toko. Di sela-sela itu sesekali diberi proyek oleh dosen. Jadi jersey untuk acara-acara kampus itu kami yang buatkan. Waktu itu saya dan tiga kawan saya yang mengerjakan produksinya. Kami mulai keluar masuk toko kain sampai belajar bikin desain sendiri,” ujar Yudistira.

Setahun bekerja di unit usaha milik kampus, warga RT 01 RW 12 Tebuireng, Karanganyar ini berpamitan. Dia pengin merintis bisnis jersey sendiri sebelum menerima gelar sarjana. Dengan modal pas-pasan dari pinjaman sang kekasih yang kini jadi istrinya itu, Yudistira merintis bisnis jersey mandiri.

Mula-mula dia menjadi rekanan dari unit usaha kampus itu dalam produksi jersey gowes, sepak bola, dan futsal. Hingga akhirnya dia memilih melahirkan merek sendiri.

“Saya putuskan bikin brand sendiri per 1 Januri 2019. Dari sana berkembang terus sampai saat ini,” kata dia.

Dalam lima tahun ini Yudistira mengaku puas dengan pencapaian usahanya. Sebab kini sudah mampu menghidupi banyak orang lewat usahanya ini.

“Usaha ini bisa saya pakai untuk hidup dan bermanfaat untuk banyak orang itu di tahun kelima. Dan tahun kelima ini sudah tercapai. Kami akan buat office dan  tempat produksi yang nyaman. Setelah itu saya akan ekspansi dan branding lebih luas ke tim profesional,” ujar pria kelahiran Karanganyar, 26 Mei 1996.

Bermodal kepercayaan dari investor dan kepercayaan diri akan produk-produk berkualitas, dia bakal menjajaki tim-tim profesional di Liga 2 Indonesia. Kepercayaan diri mencapai impian besar ini yang membuat dia tak pernah menyesali dua keputusan penting dalam hidupnya. Yakni, berhenti mengejar mimpi jadi pemain sepak bola profesional dan melepas kesempatan menjadi seorang huru olahraga sesuai latar belakang pendidikan sarjananya.

“Bapak saya dulu kerja jadi sopir bus, ibu saya dagang sayur di pasar. Pilihan untuk lanjut kuliah dulu itu termasuk pilihan yang sulit. Makanya waktu kuliah saya sambil bekerja dan membuka peluang bisnis. Alhamdulillah kini sudah bisa menikmati hasilnya,” tutur Yudistira. (ves/bun) 

Editor : Damianus Bram
#sepak bola #Yudistira Mansyur Bayu Aji #bisnis #apparel sport