Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Kena PHK, Eka Warga Ngemplak Moncer Memodifikasi Motor Klasik, Sudah Jual Ratusan Unit

Ragil Listiyo • Selasa, 12 September 2023 | 02:37 WIB

 

Eka Supriyanto di garasi motor modifikasi miliknya di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali.
Eka Supriyanto di garasi motor modifikasi miliknya di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali.

Sempat merasakan pahitnya kena pemutusan hubungan kerja (PHK) tanpa pesangon, Eka Supriyanto enggan larut dalam kesedihan. Dia memutuskan membuka usaha modifikasi motor klasik.

RAGIL LISTIYO, Boyolali, Radar Solo

RUANG tamu rumah Eka Supriyanto di Dusun/Desa Manggung, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali disulap menjadi garasi.

Ada yang mengkilat berwarna cokelat dengan tampilan kalem nan unik. Hasil modifikasi menjadi Honda C70.

Ada pula sepuluh motor lawasan Honda Astrea Star. Motor-motor tersebut menunggu giliran dipermak.

Eka dengan bangga memamerkan Honda C70 hasil permakannya. Begitu dinyalakan, tampak spedometer digital menyala.

Dilengkapi lampu kekinian, aksesori keranjang dan pastinya pajak kendaraan yang masih aktif.

Harganya dibanderol mulai Rp 10 juta-Rp 12 juta per unit sepeda motor. Sedangkan paling mahal dengan aksesori dan kerangka nyentrik senilai Rp 14 juta.

"Pertama, karena hobi, suka motor-motor klasik. Dulunya, saya kerja bengkel di Solo. Lalu saya mulai coba beli motor begini (Astrea Star, Red), saya modifikasi sendiri,” terangnya.

Awal beli masih murah. Hanya Rp 2 juta sampai Rp 2,5 juta dapat Honda Astrea Star yang bagus.
“Lalu bosan, saya jual, kok cepat laku dan dapat laba juga. Kalau motor lainnya kan biasa rugi," ujarnya, Senin (11/9/2023).

Saat pandemi Covid-19 melanda pada 2021, Eka di-PHK lantaran bengkel tempatnya bekerja terimbas pandemi.

Namun dia memutuskan tetap menggeluti dua motor. Namun, kali ini di bidang modifikasi motor klasik.

Eka mengajak adik iparnya untuk membantu. Beruntung, bisnis modifikasi motor klasik justru panen cuan dan tidak terdampak pandemi.

Kini, ada tiga pekerja yang membantu. Mereka berbagi tugas. Antara lain membersihkan rangka motor, merakit rangka baru dan sebagainya.

Sedangkan alat-alat untuk rangka Honda C70 didapat dari online shop. Lebih mudah, cepat dan praktis.

Dia pernah mencoba mencari di pasar klitikan, tapi karena tak tahu harga, malah kena kepruk (harga mahal).

"Sekarang, cari bahannya susah (Honda Astrea Star). Dulu beli di sekitar Solo, sekarang sudah tidak ada. Saya ambil dari penyuplai di Jogja. Nanti diantar dan kondisi pajak hidup. Kalau harganya sekarang sudah mahal. Di atas Rp 4 juta," urainya.

Proses perakitan Astrea Star menjadi Honda C70 memakan waktu dua pekan. Kini, di garasinya sudah ada tiga unit Honda C70 pesanan.

Sedangkan di belakang rumah, ada unit dua sepeda yang masih proses pengerjaan.

Soal pemasaran, Eka tak khawatir. Ada salah satu platform online shop yang menjadi pasar utamanya. Sedangkan area Solo-Jogja cenderung datang langsung ke rumah.

Desain Honda C70 digandrungi semua kalangan. Baik remaja, dewasa orang tua maupun laki-laki dan perempuan.

Eka berharap, bisa memiliki garasi yang lebih luas agar bisa menampung motor klasik lebih banyak.

"Yang sudah laku ada 500-an motor. Antrean pesanan sampai Desember sudah penuh. Ada 22 sepeda motor. Pembelinya dari seluruh Indonesia. Luar Jawa banyak peminatnya," pungkas dia. (*/bun)

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#honda astrea #modifikasi #motor klasik #eka supriyanto