RADARSOLO.COM - Seorang pendaki Gunung Merapi yang merupakan warga negara asing (WNA) dari Spanyol, kemarin (14/9) dievakuasi oleh tim gabungan, dan berhasil turun ke pos pendakian New Selo, Desa Lencoh, Kecamatan Selo, setelah 12 jam terjebak di Merapi.
Pendaki perempuan yang bernama Jacinto Cornejo Denise Del Carmen, nekat mendaki Gunung Merapi secara ilegal via jalur Selo, Boyolali, Rabu (13/9). Dalam tayangan cctv, Denise bahkan sempat terlihat berkeliaran di Pasar Bubrah.
Lantas apa itu Pasar Bubrah? Apakah itu pasar tradisional yang ada di dekat Gunung Merapi?
Pasar Bubrah adalah salah satu tempat yang ada di pos 4 pendakian Gunung Merapi. Tempat ini bukanlah pasar tradisional, melainkan area lapang penuh pasir yang ada di dekat gunung tersebut.
Pasar Bubrah ini menjadi pembatas akhir bagi para pendaki yang hendak menjelajah Gunung Merapi. Namun lokasi ini bukan hanya sebatas penanda saja, faktanya banyak pendaki yang mendapatkan pengalaman mistis di area tersebut.
Seperti dilansir dari Jawa Pos Radar Jogja, bagi pendaki Gunung Merapi ada satu mitos yang ada di kawasan tersebut. Mitos ini mengenai pasar gaib yang berada di Pasar Bubrah, yang lokasinya di ada di dekat puncak atau pos 4 pada pendakian gunung tersebut.
Tempat tersebut dipercaya sebagai lokasi di mana, makhluk tak kasat mata berkumpul untuk bertransaksi layaknya pasar di dunia nyata. Meski tidak bisa melihat secara langsung bagaimana penampakan 'pasar' tersebut, banyak pendaki yang mengaku kerap mendengar suara bising di lokasi itu.
Seorang pendaki yang kerap mendaki ke Gunung Merapi, Erik Oktavianto mengatakan kawasan Pasar Bubrah ini adalah lahan luas yang ada di dekat puncak gunung. "Jika sudah di lokasi itu, tiba-tiba bisa mendengarkan suara keramaian, suara tersebut layaknya suasana transaksi di pasar tradisional. Dan saya juga pernah mendengar suara gamelan juga disana," katanya.
Erik mengatakan, saat mendaki ke Gunung Merapi bersama porter, biasanya akan diceritakan atau diberitahu tentang kawasan tersebut. Hal ini diharapkan, agar pendaki tidak kaget dan panik saat mendapatkan pengalaman mistis tersebut. "Bahkan ada pula pendaki yang melakukan tradisi melempar koin saat tiba di Pasar Bubrah," ujarnya.
Itulah gambaran tentang Pasar Bubrah yang ada di Gunung Merapi. (dam)
Editor : Damianus Bram