RADARSOLO.COM - Meski dalam keterbatasan, para atlet National Paralympic Committe (NPC) Indonesia terbukti bisa mengharumkan nama bangsa di bidang olahraga. Inilah yang mematik perhatian mahasiswa vokasi Univesitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, untuk membuatkan sepeda listrik roda tiga. Namanya narrow tilting tricycle.
Penyandang disabilitas membutuhkan banyak energi, upaya, dan waktu dalam mobilitasnya. Terutama distrofi ringan, yang kesulitan menjaga kesimbangan tubuhnya. Biasanya mereka menggunakan alat bantu gerak. Berupa kursi roda, tongkat penyangga kakiu (kruk), dan sebagainya.
Akan tetapi alat-alat tersebut belum tentu membantu mereka, terutama yang hendak menempuh perjalanan jauh. Sehingga mereka membutuhkan alat bantu lain, yang harganya cukup fantastis. Inilah yang mendasari para akademik perguruan tinggi di Kota Solo, dalam menciptakan narrow tilting tricycle.
Inovasi ini lahir dari tangan terampil Hammar Ilham Akbar, Nanda Adi Saputro, Irvan Yoga Pratama, Marwan Setyo Utomo, dan Rahmat Dwi Mardiyanto. Mereka merupakan mahasiswa Program Studi (Prodi) D3 Teknik Mesin, Sekolah Vokasi (SV) UNS.
Sepeda beroda tiga ini merupakan salah satu alat transportasi tepat guna. Menggunakan penggerak utama berupa motor listrik. Bentuknya didesain mirip sepeda lipat yang beredar di pasaran. Bedanya, di sisi depan memiliki dua buah roda. Kemudian di belakang hanya satu roda.
“Narrow tilting tricycle ini sepeda listrik yang sangat membantu penyandang disabilitas, terutama untuk transportasi di luar ruangan. Sangat cocok dipakai penyandang disabilitas fisik seperti distrofi ringan, yang sulit menjaga keseimbangan,” papar Hammar, kemarin (18/9).
Narrow tilting tricycle mengadaptasi sepeda lipat, dengan memodifikasi garpu tunggal di depan menjadi ganda. Bentuknya menyerupai kaki-kaki. Masing-masing bagian terhubung ke poros kemudi, melalui lengan atas dan lengan bawah. Setiap sisi lengan dilengkapi bearing untuk mereduksi gesekan saat lengan bergerak.
Alat ini dilengkapi dua buah shock absorber di sisi kanan dan kiri poros kemudi. Terhubung langsung dengan lengan bawah, untuk menjaga agar kedua roda tetap seimbang. Tidak hanya itu, sepeda listrik ini diciptakan dengan model hybrid.
Selain dikayuh, juga dilengkapi motor listrik sebagai penggerak yang terpasang pada roda belakang. Sehingga akan memudahkan penyandang disabilitas untuk mengoperasikannya. Tanpa harus keluar tenaga ekstra.
“Tenaganya pakai baterai yang dapat diisi ulang. Hadirnya sepeda listrik narrow tilting tricycle ini solusi tepat guna bagi penyandang disabilitas. Mereka lebih mudah dalam beraktivitas secara mandiri,” ungkap Hammar.
Proyek sepeda listrik narrow tilting tricycle ini menggandeng NPC Indonesia sebagai mitra. Induk organisasi para atlet penyandang disabilitas. Di mana para atlet ini sudah membuktikan bisa berprstasi di panggung internasional.
“Hadirnya inovasi ini, semoga bisa meningkatkan prestasi olahraga para atlet penyandang disabilitas di Indonesia. Memberi perlindungan kepada anggota dan atlet penyandang disabilitas. Sekaligus pembinaan kesejahteraan, keadilan, dan kehormatan para atlet disabilitas,” tandasnya. (ian/fer)
Editor : Damianus Bram