Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Keuntungan Menggiurkan Budi Daya Lebah Klanceng di Rumah: Tak Sengaja Dapat di Hutan, Omzet Puluhan Juta

Ragil Listiyo • Senin, 25 September 2023 | 17:09 WIB
MENGGIURKAN: Waluyo tunjukkan budi daya lebah di rumahnya.
MENGGIURKAN: Waluyo tunjukkan budi daya lebah di rumahnya.

RADARSOLO.COM - Waluyo, warga Desa Banyuanyar, Kecamatan Ampel, Boyolali berhasil membudi daya lebah klanceng. Dari awalnya mengambil sarang di hutan, kemudian dibudidayakan di rumah.

Sejumlah stup atau rumah lebah, menempel di dinding samping sebuah rumah di Desa Banyuanyar, Kecamatan Ampel. Tepat di bawah sarang itu, berdiri seorang pria paro baya mengenakan kaus biru. Dia terlihat sibuk membuka sebuah rumah lebah berbentuk persegi, yang terbuat dari kayu.

Pria tersebut tal lain Waluyo, yang akrab disapa Om Tambleng. Budi daya lebah klanceng ini belum lama dia geluti. Karena awalnya hanya coba-coba.

Suatu saat, Om Tambleng sedang beraktivitas di hutan Gunung Merbabu. Maklum, letak desanya tak jauh dari hutan tersebut. Saat menebang rumpun bambu, dia mendapati sarang lebah klanceng di salah satu batangnya.

Sarang itu segera dibawa pulang. Kemudian ditempatkan di dalam kotak yang terbuat dari kayu. Ternyata lebah klanceng terus berkembang biak. Kini lebah itu beranak pinak menjadi 11 koloni. Budi daya memanfaatkan ratusan buah stup. Selain ditempel di dinding samping, stup-stup tersebut juga ditata rapi di sisi belakang rumahnya.

“Saya hanya buruh bangunan dan tani. Pikiran saya, bisa pelihara di rumah dan tinggal ambil kalau kepengin. Di awal-awal saya malah tidak tahu kalau harganya mahal. Jadi tidak terlalu saya urus lebahnya,” ujar Om Tambleng, kemarin (24/9). 

Om Tambleng baru tahu harga lebah laceng mahal dari media sosial (medsos). Saat itu dia melihat sebuah posting-an mengenai harga madu klanceng. Selain itu, banyak orang yang membutuhkan. Saat dicek, harga madu laceng Rp 70 ribu per 140 mililiter (ml).

“Setelah itu baru muncul niat untuk budi daya. Ketok e masuk (menguntungkan). Lalu saya kembangkan-kembangkan, hingga sekarang sudah ada 350-an stup,” bebernya.

Lebah klanceng ukurannya lebih kecil dari lebah pada umumnya. Sehingga madu yang dihasilkan juga sedikit. Dari 350-an stup, bisa menghasilkan 8-10 liter madu. Setahun bisa panen tiga kali. “Sekarang per 140 ml Rp 110 ribu. Jadi sekali panen bisa mendapatkan uang Rp 10 juta,” imbuhnya. 

Kini, budi daya lebah laceng milik Om Tambleng kian banyak dikenal masyarakat luas. Bahkan ada pengunjung yang datang langsung ke rumahnya. Bahkan, dia juga tidak pelit untuk berbagi tips terkait budi daya lebah laceng.

Tercatat sudah ada sembilan orang yang ikut membudi daya lebah klanceng. Apalagi prosesnya terbilang cukup mudah. Tidak perlu perawatan harian. 

“Syaratnya di sekitar rumah ditanami bunga untuk sumber makanan lebah klanceng. Terutama tanaman kopi. Untungnya double. Bunganya buat makan lebah, biji kopinya bisa saya jual,” paparnya. (rgl/fer)

Editor : Damianus Bram
#gunung merbabu #lebah klanceng #budi daya