Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Wilma Margaretha Sinaga, Atlet Catur Tunanetra: Kunci Kemenangan Bayangkan Strategi dan Sejarah Perang

Silvester Kurniawan • Rabu, 27 September 2023 | 17:49 WIB
Wilma Margaretha Sinaga, Atlet Catur Tunanetra NPC Indonesia
Wilma Margaretha Sinaga, Atlet Catur Tunanetra NPC Indonesia

RADARSOLO.COM - Indonesia layak bangga memiliki atlet catur tunanetra sekaliber Wilma Margaretha Sinaga, 36. Sejak menggeluti olahraga ini 15 tahun silam, sederet prestasi internasional dia persembahkan untuk tanah air. Bagaimana perjalanan karirnya?

Seorang wanita berbaju hijau tosca nampak serius duduk menghadap meja, di sebuah ruangan di Kusuma Sahid Prince Hotel Solo, kemarin siang (26/9). Tangannya lihai memainkan bidak catur di atas meja. Setelah memainkan bidak, tangannya segera memencet tombol di atas timer yang ada di sisi kiri papan catur. Ya, dia tak lain Wilma Margaretha Sinaga.

Usai memainkan bicak catur dan hendak makan siang, wartawan Koran ini menghampiri dan menyapa Wilma. Tahu ada yang menyapa, dia lansung melemparkan senyum manis. “Kebetulan longgar, habis selesai latihan,” jawab dia.

Wilma diketahui merupakan catur tunanetra National Paralympic Committee (NPC) Indonesia. Sepanjang karirnya, dia berhasil menyabet 15 medali emas. Baik di tingkat nasional maupun internasional.

Saat ini, Wilma dkk sedang persiapan menghadapi Asian Para Games 2023 di Hangzhou, Tiongkok, 22-28 Oktober mendatang. Persiapan matang telah dilakoni sejak beberapa bulan terakhir. Dia optimistis bisa meraih hasil terbaik, sekaligus mengharumkan nama bangsa di panggung internasional.

“Target saya emas. Saya masih pengin memenangkan banyak kompetisi,” imbuhnya.

Karir Wilma di cabang olahraga (cabor) catur, dimulai sejak masih duduk di bangku SMA. Kala itu dirinya sekolah di Yayasan Pendidikan Tunanetra (Yapentra) Medan, Sumatera Utara. Hingga akhirnya berhasil meraih juara kompetisi tingkat nasional pertamanya pada 2008 silam.

“Dulu itu cuma sekadar hobi. Mimpi saya dulu cuma satu, ingin merasakan naik pesawat. Karena banyak kawan-kawan cerita naik pesawat itu enak. Akhirnya kesampaian setelah menjadi atlet catur,” beber perempuan yang berdomisili di Kelurahan Karangasem, Kecamatan Laweyan, Solo itu. 

Kemahiran mengolah strategi memainkan bidak muncul, saat Wilma menganggap catur bak berlajar matematika. Kebetulan dia sangat menggemari mata pelajaran satu ini. Mungkin karena belajar matematika dan catur dianggapnya sebagai hitungan pasti.

“Main catur itu seperti belajar sejarah dan strategi berperang. Itu yang ada di pikiran saya saat bermain melawan musuh. Kuncinya di situ,” ujar wanita yang sudah diangkat sebagai pegawai negeri sipil (PNS), 2019 lalu.

Sebelum menggeluti catur, Wilma sempat pernah mencoba cabor atletik. Tepatnya lari estafet. “Saya juga pernah latihan olah vokal tapi gagal. Akhirnya saya tekuni catur,” ungkap ibu satu anak umur 5 tahun itu. 

Meski sudah menorehkan sederet prestasi, perempuan Batak satu ini masih punya mimpi yang belum kesampaian. Apalagi kalau bukan terjun di ajang kejuaran dunia catur. Sehingga mampu bersanding dengan sederet grand master internasional.

“Kejuaraan dunia catur dunia itu kan melawan orang normal. Ingin sekali suatu saat bisa bertanding di tingkat dunia.

Sementara itu, Wilma sudah memikirkan masa depannya usai pensiun dari atlet. “Ingin buka usaha Angan-angan saya ingin buka usaha rumah kos atau kontrakan. Biar bisa menambah pemasukan,” bebernya. (ves/fer)

Editor : Damianus Bram
#Wilma Margaretha Sinaga #cabor catur #NPC Indonesia #atlet catur tunanetra