Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Bumi Angker, Desa Pengkol, Jatiroto: Ditakuti para Pejabat, Pilih Cari Akses Lain

Iwan Adi Luhung • Minggu, 1 Oktober 2023 | 18:26 WIB
SIMPAN CERITA: Gapura di wilayah Bumi Angker, Desa Pengkol Kecamatan Jatiroto, Wonogiri.
SIMPAN CERITA: Gapura di wilayah Bumi Angker, Desa Pengkol Kecamatan Jatiroto, Wonogiri.

RADARSOLO.COM - Dari namanya saja sudah cukup membuat bulu kuduk merinding. Bumi Angker. Lokasinya di Desa Pengkol, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri.

Cerita yang berkembang di masyarakat, Bumi Angker yang mencakup Dusun Pengkol dan Dusun Wates, pantang dikunjungi pejabat.

Kepala Desa (Kades) Pengkol Montong Sularto menerangkan, berdasarkan kisah turun temurun, Bumi Angker bermula dari tibanya Mbah Kajoran di wilayah setempat.

Mbah Kajoran atau Pangeran Kajoran adalah seorang putra raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Saat penjajahan Belanda, Pangeran Kajoran enggan diajak bekerja sama dengan Belanda. Dia akhirnya memilih untuk keluar dari lingkungan keraton dan mengembara hingga tiba di kawasan Pengkol.

“Mbah Kajoran tidak mau bekerja sama dengan penjajah. Akhirnya mengembara," kata Sularto.

Setibanya di Pengkol, Mbah Kajoran memiliki sabda atau sumpah yang tidak baik ditujukan kepada penjajah. Intinya, saat ada penjajah yang menginjakkan kaki di Bumi Angker, bisa menerima walat.

Walat diartikan tidak selamat dan sebagainya. Atas sumpah itu, para penjajah, khususnya pejabat kolonial tak berani mengunjungi Bumi Angker.

Sabda itu diyakini masih ampuh hingga saat ini. Jika melewati kawasan itu, para pejabat disebut-sebut akan mengalami sejumlah kejadian. Misalnya dipindah tugas, turun jabatan, hingga mengalami sakit.

"Sampai saat ini, yang sudah eselon tiga ke atas belum berani menginjakkan kakinya di wilayah Bumi Angker," kata dia.

Menurut Sularto, saat ke Pengkol, camat hanya mengunjungi kantor balai desa dan tidak ke kawasan Bumi Angker di kawasan Dusun Pengkol dan Dusun Wates.

Jika ada pejabat baru yang akan menuju ke Desa Pengkol, maka akan bertanya terlebih dahulu jalur yang tidak melintasi Bumi Angker.

“Orang yang sudah eselon tiga ke atas dan bukan orang sini tidak mau ke situ (Bumi Angker),” jelas kades.

Petilasan Mbah Kajoran di Bumi Angker berupa makam, rumah dengan kondisi tidak sempurna dan sebidang tanah seluas 600 meter persegi.

"Kalau pejabat tidak berani. Tapi kalau mau jadi pejabat, bisanya ke situ (ke petilasan untuk berdoa)," kata Sularto. (al/wa)

Editor : Damianus Bram
#Mbah Kajoran #Bumi Angker #desa pengkol