RADARSOLO.COM - Eletric blue ram alias ramirezi adalah ikan hias air tawar dengan habitat asli di sungai wilayah Amerika Selatan. Ikan dengan keindahan warna biru metalik tersebut mulai banyak dibudidayakan di Indonesia.
Dahulu varian cichlid hanya bisa ditemukan di toko ikan hias tertentu. Tapi kini mulai tersebar di pasar ikan hias.
"Mungkin karena harganya sudah turun. Dulu satu ekor ukuran 2 cm di atas Rp 25 ribu. Sekarang Rp 10 ribu per ekor. Peternaknya sudah makin banyak,” terang Hanum Eriyana, pedagang ikan hias di Pasar Depok, Kota Solo.
Selain harga lebih murah, yang membuat ramirezi digemari karena perawatannya mudah. Termasuk dalam beradaptasi dengan lingkungan baru.
"Kuncinya perawatan air dengan mengganti air akuarium secara rutin. Kalau diberi filter atau power head, arusnya diatur agar tidak terlalu besar. Ini perawatan basic memelihara ikan hias ukuran kecil," beber Hanum.
Soal pakan, ikan hias dari Venezuela dan Bolivia ini gemar dengan pelet. Usahakan memberi pelet yang mengandung spirulina guna mempertahankan keindahan warna birunya.
Karakter ramirezi cukup ramah dibandingkan jenis cichlid lainnya. Bisa dijadikan tankmate ikan kecil. Seperti terta, barb, dan sejenisnya.
Tapi ketika tumbuh lebih besar, remirezi cenderung teritorial. "Dicampur ikan lain boleh. Tapi sebaiknya hanya ada sepasang ramirezi. Soalnya kalau sudah besar saling berebut wilayah," terang dia. (ves/wa)
Editor : Damianus Bram