Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Arkha Tri Maryanto, Garap Kedai Kopi dan Teh sebagai Ruang Interaksi

Maulida Afifa Tri Fahyani • Kamis, 2 November 2023 | 16:32 WIB
BERBAUR: Pengunjung berinteraksi di kedai kopi dan teh milik Arkha Tri Maryanto di Pasar Gede kemarin.
BERBAUR: Pengunjung berinteraksi di kedai kopi dan teh milik Arkha Tri Maryanto di Pasar Gede kemarin.

RADARSOLO.COM - Tren minum kopi dan teh ala anak muda kini semakin marak di Kota Solo. Tak heran kini mulai menjamur kedai-kedai yang menyediakan dua minuman ini. Namun, konsep yang diusung Arkha Tri Maryanto ini beda.

 

Rinai hujan membasahi Pasar Gede Solo, kemarin sore (1/11). Tepat di lantai dua pasar bagian barat, orang-orang bergumul sembari melayangkan cerita.

Menikmati nuansa remang dengan secangkir kopi dan teh di sebuah kedai kecil. Ruang interaksi semakin larut, seperti halnya minuman yang membersamai mereka.

Keramahan Arkha Tri Maryanto, sang pemilik kedai, menyambut tiap pelanggan yang datang. Jangan heran misal tidak ada buku menu. Sebab, secara langsung Arkha akan menjelaskan jenis minuman yang tersedia di kedainya. 

"Mau pesan apa kak? Ada teh, kopi, dan cokelat. Cuman sekarang hanya ada teh," kata dia saat dijumpai Jawa Pos Radar Solo, kemarin (1/11).

Usai menentukan pilihan, tangan lihai Arkha sigap meracik seduhan teh atau kopi sesuai permintaan pelanggan. Seperti Jawa Pos Radar Solo kemarin, yang memesan teh segar Utari, yang memadukan bahan seperti basic green tea, daun mint, dan sari buah.

"Memang tidak menyediakan menu, karena bisa jadi daftar minuman bisa berganti tiap sesi sesuai kesediaan bahan baku. Karena tidak semua bahan bisa disimpan dengan mudah. Ada cara khususnya agar tetap fresh," jelas pria 31 tahun tersebut.

Kedai ini merupakan proyek idealis Arkha sejak enam tahun silam. Bukan sekadar ingin menjalankan bisnis, Arkha juga konsen agar kedai miliknya menjadi ruang interaksi para pelanggan yang datang.

Keintiman interaksi tersebut semakin nyata dengan ukuran kedai yang hanya berkisar 2x1 meter. Namun di sudut lain, meja yang luas dan sejumlah kursi bisa ditempati pelanggan jika ingin beramai-ramai datang.

"Karena saya menyadari manusia semakin bertumbuh, semakin kehilangan skill bersosialisasi. Akhirnya muncul ide bagaimana agat manusia bisa kembali berinteraksi. Jadi sebenarnya kedai kopi dan teh itu hanya kedok. Tapi pada intinya saya ingin menciptakan ruang dan ekosistem interaksi bagi mereka," kelakar dia.

Berbagai jenis minuman racikan Arkha tersedia di kedai ini. Terutama seduhan teh yang dia racik dengan teknik teablend, adalah yang paling banyak diburu pelanggan. 

"Ada lebih dari 20 bahan baku di kedai. Mulai rempah-rempah, tisane, sari buah, dan lainnya. Namun akan terus berkembang untuk bisa memunculkan menu baru," imbuh dia.

Tapi pada intinya base-menu yang tersedia adalah teh, kopi, dan cokelat. Di antara menu yang populer adalah teh hangat seperti Wajah Pasar Gede dan Hujan di Mimpi. Sementara, menu teh dingin yang diminati adalah Nawari, Temaram, Utara, dan Utari.

Baca Juga: Penataan Koridor Pasar Gede-Ketandan Terganjal Mobil yang Parkir di Lokasi Proyek

"Saya selalu riset sebelum menciptakan jenis menu baru. Karena kebetulan juga dekat pasar, jadi riset saya cukup mudah," kata dia.

Kombinasi dari bahan-bahan yang digunakan Arkha menciptakan aroma dan cita rasa yang khas. Dan memberikan pengalaman minum teh tersendiri bagi pelanggan. Tak urung, banyak pelanggan yang datang kembali ke kedainya.

Maklum, kepiwaian Arkha juga didukung dari kerja kerasnya dalam menciptakan karya. Dia yang telah bersertifikasi barista, terus mengembangkan kemampuannya terutama pada seni meracik teh.

"Salah satu pencapaian yang sangat saya syukuri ialah ketika pelanggan kembali datang dengan teman, pasangan, atau keluarga. Mereka saling berbincang dan menciptakan interaksi semakin hidup," kata dia.

"Tapi sebenarnya, kedai ini adalah wujud kecil projek saya selama ini. Saya komitmen akan terus mengembangkannya, lewat roadmap saya selama 5 sampai 10 tahun ke depan," ujar dia. (ul/bun)

Editor : Damianus Bram
#kedai kopi #ruang interaksi #pasar gede #Arkha Tri Maryanto