Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Upaya Komunitas Free Flay Solo Raya Edukasi Anak Mengenal Satwa sejak Dini

Septian Refvinda Argiandini • Selasa, 7 November 2023 | 18:23 WIB

 

Komunitas Free Flay Solo Raya memberikan edukasi kepada anak untuk mengenal satwa sejak dini.
Komunitas Free Flay Solo Raya memberikan edukasi kepada anak untuk mengenal satwa sejak dini.

RADARSOLO.COM - Berawal dari sekadar hobi dan menjadi sebuah komunitas pecinta burung, Komunitas Free Flay Solo Raya menjadikan hobi mereka sebagai wadah edukasi untuk mengenalkan satwa pada anak sejak dini.

Kedekatan anak dengan satwa diklaim memiliki banyak dampak positif.

Ada yang takut, ada juga yang berani. Terlihat wajah ceria anak-anak ditambah rasa penasaran mereka yang ingin melihat hewan apa yang dikeluarkan dari kotak yang dibawa anggota penyelamat hewan Solo Raya ini.

Anak-anak terlihat antusias untuk sekadar memegang jenis burung paruh bengkok miliki Komunitas Free Flay Solo Raya.

Komunitas pecinta satwa burung ini memang sedang melakukan edukasi keliling Solo Raya dengan membawa beragam jenis burung ukuran kecil. Untuk dikenalkan kepada anak-anak yang memiliki keinginan tinggi kepada binatang.

“Tujuannya memang untuk memberikan edukasi kepada anak-anak tentang satwa, khasnya burung ukuran small,” ujar Mohammad Khoirun Amin, anggota komunitas tersebut.

Berawal dari tongkrongan sesama pecinta burung sun conure, Amin bersama rekan-rekannya memutuskan untuk membentuk komunitas pecinta burung jenis ini.

Burung sun conure merupakan salah satu ragam burung paruh bengkok berukuran sedang yang cukup banyak digemari masyarakat.

Selain keindahan bulunya, burung yang dijuluki sebagai parkit matahari ini juga tergolong cerdas dan bisa dilatih untuk melakukan berbagai atraksi dengan pemiliknya.

Berdiri sejak sebelum pandemi di awal 2019, komunitas ini terus bergerak memberikan edukasi kepada anak-anak dan masyarakat tentang satwa. Salah satunya burung paruh bengkok.

Burung jenis ini jika dilihat memiliki kecantikan pada bulunya. Tumbuh dengan perpaduan warna yang elok membuat burung ini terlihat elegan.

Ukuran tubuhnya beragam. Mulai dari kecil, sedang hingga besar. Koleksi tersebut dipamerkan kepada para siswa dan masyarakat sebagai media edukasi.  

“Kami ingin memberikan pemahaman jika satwa itu juga bisa menjadi hewan jinak jika dilatih dengan benar dan sabar. Lewat kegiatan bersama dengan satwa ini anak dan orang tua bisa lebih dekat,” imbuhnya.

Amin melihat saat ini anak-anak lebih senang bermain gadget dibandingkan dengan teman maupun orang tua.

Lewat bermain dengan satwa dampak negatif kecanduan gadget pada anak bisa teratasi. Sehingga bisa berdampak positif bagi perkembangan sosial dan emosional anak.

Berdasarkan pengalaman Amin, membiarkan si buah hati bermain dengan hewan peliharaan akan membuat anak belajar bahwa hewan membutuhkan makan setiap hari.

Layaknya manusia, hewan pun butuh kandang yang nyaman dan bersih sebagai tempat tinggalnya

Dari sini, maka anak bisa belajar mengenal akan pentingnya tanggung jawab, dengan memberi makan dan ikut membantu membersihkan kandang hewan ataupun membersihkan hewan peliharaannya.

“Dengan bermain bersama hewan, anak dan orang tua memiliki waktu berkualitas untuk bermain bersama,” tegasnya.

Komunitas Free Flay Solo Raya ini sering membuka lapak edukasi satwa di car free day Slamet Riyadi. Saat ini, bersama dengan komunitasnya mereka juga bergerak menggandeng sekolah untuk mengenalkan satwa burung kepada anak-anak sejak dini.

Beranggotakan 30 orang dari berbagai daerah di Solo Raya, komunitas ini juga sering menggelar lapak di tempat-tempat wisata.

“Paling banyak memang di car free day. Masyarakat dan keluarganya banyak yang tertarik dan penasaran untuk mengenal satwa burung ini,” tuturnya.

Menjalin kedekatan antara pemikir dan satuan menjadi kunci agar burung bisa menjadi jinak. Tak jarang, saat memberikan edukasi, mereka pernah kehilangan burung-burung peliharaannya.

Sebab, kurangnya kedekatan antara owner dan burung. Ditambah, berada di tempat berbeda dan kondisi yang tidak bisa membuat hewan lebih cepat panik dan stres.

Selain memberikan edukasi satwa pada anak-anak sejak dini, Komunitas Free Flay Solo Raya juga sering membagikan pengalaman mereka dalam merawat burung-burung peliharaan. 

Jenis makan atau kandang yang seharusnya digunakan agar hewan peliharan menjadi lemah nyaman.

“Kami sering sharing-sharing tentang bagaimana cara merawat dan menjinakkan satwa,” ujar pria asal Boyolali ini. (ian/bun)

Editor : Damianus Bram
#Komunitas Free Flay Solo Raya #komunitas pecinta burung #Burung Sun Conure #penyelamat hewan