Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Melihat dari Dekat Perawatan Arca Perunggu Milik Museum Radya Pustaka: Usir Korosi dengan Pasta Gigi dan Air Jeruk Nipis

Silvester Kurniawan • Rabu, 22 November 2023 | 16:53 WIB
BAHAN ALAMI: Tim Museum Radya Pustaka dibantu mahasiswa membersihkan arca perunggu kemarin (21/11).
BAHAN ALAMI: Tim Museum Radya Pustaka dibantu mahasiswa membersihkan arca perunggu kemarin (21/11).

RADARSOLO.COM - Arca-arca kuno di Museum Radya Pustaka rutin mendapatkan perawatan. Ini dilakukan agar tidak terjadi korosi pada benda berbahan dasar perunggu tersebut. Seperti apa proses perawatannya?

Siang itu, Intan Aprilia, 21, sedang sibuk menggosok sebuah arca berbentuk patung Budha milik Museum Radya Pustaka.

Mahasiswi program studi arkeologi dari Universitas Gajah Mada yang tengah menjalani magang di museum ini mengaku senang karena mendapatkan ilmu baru dalam merawat benda-benda berbahan dasar perunggu.

Dia yang baru kali pertama mengikuti kegiatan itu tampak antusias, sekalipun dalam membersihkan arca itu membutuhkan waktu yang tidak singkat.

“Saya mahasiswa arkeologi, tapi kegiatan ini baru saya dapat di museum ini. Hari ini baru dapat satu arca ini, tapi saya antusias mengikutinya,” kata dia saat berbincang dengan koran ini.

Arca perunggu seukuran segenggam tangan orang dewasa itu memang terbilang mungil. Namun memerlukan energi ekstra untuk memastikan arca yang dia tangani itu benar-benar bersih dari korosi yang menempel di setiap bagiannya.

Yang paling susah ketika harus membersihkan korosi yang muncul setelah sejumlah bahan-bahan pembersih itu diramu dan dioleskan ke setiap bagian arca.

“Berbagai bahan pembersihnya dicampur jadi satu, lalu dioleskan ke semua bagian arcanya. Nanti setelah beberapa saat, bagian yang ada korosinya akan berubah warna menjadi putih kehijauan. Nah bagian itu yang harus digosok sampai bersih,” kata dia sambil memegang sebuah sikat gigi di tangan kanannya kala itu.

Sebelum proses menggosok korosi itu dilakukan, Intan dan kawan-kawannya sesama mahasiswa magang terlebih dulu menyiapkan sikat gigi yang memiliki bulu sikat yang halus.

Setelah alat pembersih itu siap, para mahasiswa mengikuti arahan instruktur yang didatangkan langsung dari museum dan cagar budaya.

Museum tersebut adalah lembaga baru di bawah naungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk membantu perawatan koleksi museum dan cagar budaya milik pemerintah.

Dari sanalah dia baru tahu jika pasta gigi, soda kue, dan air jeruk nipis jadi formula yang ampuh untuk membersihkan korosi pada arca perunggu.

“Saya baru tahu kalau tanpa bahan kimia tertentu kita bisa membersihkan arca-arca dari perunggu ini. Ternyata barang-barang di sekitar kita juga bisa digunakan untuk membersihkan perunggu,” ujar mahasiswa asal Solo itu.

Berbeda denga Intan, Aldian Tegar, 20, merasa kesulitan terbesar bukan pada bagian gosok – menggosoknya, namun lebih pada bagian waktu yang cukup lama agar bisa memastikan satu arca sebesar genggaman tangan itu benar-benar bersih.

Dalam dua hari ini, mahasiswa Prodi Pendidikan Bahaha Jawa Universitas Sebelas Maret (UNS) ini hanya berjibaku dengan satu arca saja.

Itu pun dia belum berani memastikan apakah arca yang dia pegang itu sudah benar-benar bersih dari korosi atau belum.

“Ini saya kerjakan sudah dua hari dari kemarin. Sudah 10 langkah dan tidak bisa terangkat semua. Kata instrukturnya ini korosi pasif, jadi tidak apa-apa,” terang Aldian.

Meski aktivitas membersihkan korosi dari arca perunggu itu tidak berhubungan dengan disiplin ilmu yang dia tempuh, Aldian menilai ilmu yang dia dapat sangat bermanfaat.

Meski pendidikannya tidak berhubungan dengan arca, prodi kuliahnya memiliki gamelan dari perunggu.

 “Ternyata bahan-bahan seperti pasta gigi, soda kue, dan air jeruk nipis bisa untuk membersihkan perunggu. Sepertinya ini nanti bisa saya pakai untuk membersihkan gamelan yang ada di kampus,” kata mahasiswa asal Karanganyar itu

Petugas Unit Koleksi, Konservasi, Kuratorial, dan Pameran, Museum dan Cagar Budaya Kemendikbudristek Sri Wahyuni mengungkapkan, ada dua jenis korosi pada benda cagar budaya dan sejenisnya. Yakni, korosi aktif dan korosi pasif.

“Yang harus segera dihilangkan itu koriosi yang sifatnya aktif. Sebab, jika tidak dihilangkan akan menggerus material logamnya. Cara membedakannya kalau korosi itu diusap pakai tangan langsung nempel itu sifatnya aktif. Sementara yang sifatnya pasih akan dibiarkan karena menjadi pelindung alami untuk material logamnya,” jelas dia.

Untuk kegiatan kali ini, pihaknya sengaja mengenalkan berbagai bahan pembersih kepada para mahasiwa yang terlibat.

Bahan-bahan pembersih yang pertama merupakan bahan-bahan yang mudah didapatkan karena dijual secara umum diberbagai tempat seperti pasta gigi, soda kue, dan air jeruk nipis.

Kelebihannya bahan ini mudah didapat dan bisa dilakukan kapan saja untuk memaksimalkan perawatan benda dari material perunggu. Kekurangannya proses reaksinya kimianya akan lebih lambat jika dibandingkan bahan pembersih kimia (alkali gliserol). (ves/bun)

Editor : Damianus Bram
#arca kuno #arca perunggu #museum radya pustaka #perawatan arca