Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Koleksi Kartu Pos Kuno di Museum Radya Pustaka, Lukisan Keindahan Kota Bengawan Tempo Dulu

Maulida Afifa Tri Fahyani • Kamis, 23 November 2023 | 17:46 WIB
SAKSI SEJARAH: Foto Solo tempo dulu tersimpan di Museum Radya Pustaka
SAKSI SEJARAH: Foto Solo tempo dulu tersimpan di Museum Radya Pustaka

RADARSOLO.COM - Koleksi kartu pos kuno menghiasi ruang pameran Museum Radya Pustaka, kemarin (22/11).

Menariknya, di tiap sisi kartu pos tersebut terlukis wajah Kota Solo era 80-an. Tervisualisasikan dengan apik, menggambarkan nuansa Kota Bengawan di masa lampau.

Suasana Museum Radya Pustaka, kemarin cukup lengang. Hanya segelintir pengunjung yang mampir di museum tertua di Indonesia tersebut.

Tak lama setelah berkeliling, mata mereka tertuju pada salah satu sudut ruangan. Di mana ratusan lembar kartu pos di-display dengan rapi.

Bagi generasi milenial yang belum tahu, kartu pos adalah selembar kertas karton tipis berbentuk persegi panjang. Fungsinya untuk menulis dan mengirim pesan ke penerimanya, tanpa harus menggunakan amplop.

“Ada sekira 120-an lembar koleksi kartu pos yang sudah kami telisik. Kami hadirkan di pameran, baik koleksi dari individu, komunitas, maupun milik pemerintah,” kata Ketua Komunitas Jejak Kartu Pos Uul Jihadan saat ditemui di Museum Radya Pustaka, kemarin.

Pameran ini dikemas dengan tajuk “Solo Dalam Bingkai Kartu Pos”. Mewadahi para filatelis, untuk menikmati keindahan seni di dalam kartu pos.

Karena seiring berkembangnya zaman, pengiriman pesan dipermudah via handphone (HP). Alhasil kartu pos tepinggirkan dan mulai sulit ditemukan. 

Di mata para filatelis maupun kolektor, kartu pos bukan sekadar untuk berkomunikasi. Namun menjadi ruang untuk memunculkan ide dan kreativitas. Sekaligus menjadi ruang diskusi dan ruang bertemu antarindividu, meski tak bertatap muka.

“Karena memunculkan kartu pos di sini juga membutuhkan usaha. Sehingga kami mengapresiasi kartu pos yang pernah terdiskusikan oleh masyarakat. Melalui bentang cerita Kota Solo di dalamnya,” imbuh Uul.

Secara historis, korespondensi kartu pos diawali dengan hadirnya layanan Kantor Pos Solo pada medio abad ke-19. Dampak dari simultan lahirnya kebiasaan baru korespondensi, dengan kartu pos di zaman Hindia Belanda. Tepatnya pada 1874. 

Kartu pos yang diterbitkan dinas pos pemerintah, menjadi era baru dalam berkomunikasi di era tersebut. Di mana pada 1890-an, kartu pos bergambar yang dicetak secara partikelir mulai bermunculan. 

“Dulunya memang ada fotografet partikelir swasta yang meng-capture tentang berbagai daerah di Indonesia, termasuk Kota Solo. Penerbit mendistribusikan secara terus-menerus,” papar Uul.

Nah, potret wajah Kota Solo cukup banyak terpampang dalam visual kartu pos. Bahkan sejumlah perusahaan di Kota Bengawan seperti Boekhandel Vogel v.d., Heijde & Co., Toko Gebr. Haye, hingga Solosche Snelpersarukkerij Sie Dhian H6 menerbitkan kartu pos seri Solo.

Tidak ketinggalan dari luar kota, di antaranya Tio Tek Hong (Welteweden), G. C. T. van Dorp (Semarang), dan De Gedeh (Weltevweden) yang menampilkan potret bangsawan Keraton Kasunanan Hadiningrat.

Menarik untuk dicermati, karena secara tidak langsung kartu pos merekam situasi pada masanya. Sekaligus perubahan-perubahan pada masa mendatang.

Visualisasi dan informasi dalam lembaran kartu pos bisa digunakan untuk menelusuri dinamika sebuah kota. Termasuk kehidupan masyarakatnya.

“Ada lebih dari 400 lembar seri kartu pos yang pernah saya Uul telisik dan bergambar Kota Solo. Ada yang dari penerbit swasta, pemerintah, maupun individu,” beber pria yang juga filatelis ini.

Lalu, bagaimana cara filatelis berburu kartu pos. Ternyata mereka bisa mendapat koleksi kartu pos melalui platform Postcrossing. Wadah saling bertukar kartu pos tingkat internasional.

“Ada 8.608 kolektor dan pengguna kartu pos di Indonesia yang masuk Postcrossing,” paparnya. (ul/fer)

Editor : Damianus Bram
#filatelis #koleksi #museum radya pustaka #kota bengawan #kantor pos #kota solo #Kartu Pos