Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Mengenal Keluarga Pegulat Catur Bambang Priadi: Lima Anak Kompak Ikuti Jejak, Bercanda pun soal Gulat

Mannisa Elfira • Jumat, 24 November 2023 | 17:02 WIB
CAIR : Catur Bambang Priadi bersama anak-anaknya yang terjun di dunia gulat.
CAIR : Catur Bambang Priadi bersama anak-anaknya yang terjun di dunia gulat.

RADARSOLO.COM - Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Pepatah ini cocok disematkan bagi keluarga Catur Bambang Priadi. Tradisi gulat turun temurun di keluarganya.

Bambang Priadi berdiri di tepi arena sambil mengamati anak-anaknya diskusi tentang teknik gulat usai mereka menyelesaikan latihan. Ya, kegiatan ini rutin dilakukan kelima anak Bambang setiap akhir pekan.

Ya, Catur Bambang Priadi - Dyah S dikaruniai lima anak. Empat laki-laki dan yang terakhir perempuan. Ardhan Putra Setiadhi, Fauzal Juan Ramadhan, Akhwan Fattah Phyrgiant, Arba Aksa Bastian, dan Argilia Putri Maheswari.

"Yang paling besar di Kudus, kedua kuliah di Unnes Semarang, ketiga kuliah di UNS Solo, keempat di Solo, sementara yang kelima masih berumur empat tahun. Ketika Sabtu, pas ngumpul semua, anak-anak buka matras dan sharing teknik (gulat)," kata Catur kepada Jawa Pos Radar Solo belum lama ini.

Gulat sudah tidak asing lagi bagi anak-anak Catur. Sejak dini, mereka sering mendampingi sekaligus melihat bapaknya bergelut di arena. Mereka juga perlahan paham aturan-aturan main.

"Sehari-hari gojeke (candaannya) kami juga berkaitan dengan gulat. Misal, saat membangunkan tidur untuk sekolah, itu dengan teknik gulat," papar Catur.

Terbiasa dengan dunia gulat, anak-anak Catur pun tertarik untuk menggeluti cabang olahraga beladiri itu. Saat ini, keempat anak laki-lakinya sudah pernah menyabet berbagai kejuaraan. Mulai dari porprov, pomnas, dan event lainnya.

"Nomor empat masih ikut yang usia dini. Kalau yang nomor lima kan masih empat tahun, jadi belum ada kelasnya. Tapi dia tetap tertarik, tinggal memberi teknik saja nanti," tambahnya.

Catur mengaku tak risau saat mengajarkan gulat kepada anaknya sejak kecil. Sebab, yang dibentuk adalah kelenturan, kekuatan, dan kecepatan. "Jadi diajarkan dari kecil tidak apa apa," tambahnya.

Namun mengajari anak sendiri dengan orang lain berbeda. Catur kerap eyel-eyelan dengan anaknya. Itulah tantangannya.

"Sedikit aleman. Dibilangin agak ngeyel. Kadang mereka punya ide atau teknik sendiri yang kadang di lapangan itu belum tentu dibenarkan tapi mereka kekeh pakai itu," katanya.

Meski begitu, Catur ingin anak-anaknya semakin berproses. Minimal bisa menyamai prestasi sang kakek yakni S Darmanto. Seorang atlet gulat dengan ranking kedua di Asia dan ke-16 di dunia.

"Harapan kami sebagai orang tua, minimal bisa menyamai prestasi kakeknya. Dari lima harus bisa menyamai kakeknya," kata Catur.

Anak-anaknya juga punya ambisi untuk mencapai titik itu. Termasuk Fauzal Juan Ramadhan. "Semua atlet ingin yang terbaik. Inginnya menjadi tim nasional," kata dia. (man/bun)

Editor : Damianus Bram
#Pegulat #Catur Bambang Priadi #gulat