RADARSOLO.COM-Beragam seni pertunjukan topeng tersaji dalam International Mask Festival (IMF) di Ndalem Djojokoesoeman, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo, Jumat-Sabtu (17-18/11/2023).
Ajang ini dibuka tari topeng karya Kridaning Sekartaji. Dibawakan dengan anggun oleh Semarak Candrakirana Art Center Surakarta.
Karya Kridaning Sekartaji diangkat dari kisah cinta Raden Panji Asmorobangun dan Dewi Sekartaji dari Kediri, Jawa Timur.
Cerita dimulai saat Dewi Sekartaji menerima hadiah golek kencana dari orang tuanya.
“Ceritanya golek kencana itu boneka dari orang tuanya. Namun boneka tersebut malah jadi rebutan oleh saudaranya Sekartaji. Pada akhirnya dia pilih pergi dari rumah untuk mengembara,” kata koreografer sekaligus penari Rambat Yulianingsih.
Sosok Dewi Sekartaji digambarkan lewat topeng yang dikenakan tujuh penari. Di sela-sela tarian, munculah dua topeng dengan wajah menakutkan.
Ternyata itu penggambaran dari rintangan yang dihadapi Dewi Sekartaji selama mengembara.
“Banyak rintangannya selama perjalanan. Hambatan-hambatannya seperti dihadang raksasa atau gangguan lain. Jadi kami gambarkan juga lewat topeng raksasa,” imbuh Rambat.
Diterpa rintangan dan hambatan, Dewi Sekartaji menghadapinya dengan penuh kesabaran.
Bahkan di tengah perjalanan dia sempat berubah menjadi laki-laki. Kemudian kembali lagi menjadi perempuan.
“Akhirnya dia menemukan cinta sejatinya lagi, yakni Raden Panji Asmorobangun,” beber Rambat.
Menjadi sosok Dewi Sekartaji, lanjut Rambat, tak semudah membalik telapak tangan. Karena dia dan rekan sesama penari lainnya harus bisa memunculkan karakter dari topeng tersebut.
“Jadi sebisa mungkin saya menari itu bisa keluar karakternya. Menari itu tidak sekadar gerakan saja. Tapi bagaimana greget-nya bisa mumcul dan tersampaikan ke penonton,” paparnya.
Disinggung soal persiapan, Rambat mengaku prosesnya cukup panjang. Karena karya ini sudah mampir di sejumlah event.
Termasuk di Korea Selatan (Korsel), September lalu. Hingga berkeliling ke ASEAN Panji Festival.
“Di Korea kemarin itu yang Sekartaji. Kemudian ASEAN Panji Festival itu keliling dari Jogja, Kediri, Malang, Surabaya, dan Kota Solo. Itu juga Sekartaji. Baru saja saya dari Kutai di Festival Topeng Nusantara. Berlanjut di IMF ini dan selanjutnya ke Malang,” urai Rambat.
Sementara itu, IMF juga menyajikan tarian dari berbagai negara. Di antaranya dari Taiwan, Korea Selatan, Thailand, dan Kamboja.
“IMF sudah menjadi panggung pemersatu keanekaragaman kebudayaan daerah, bangsa, negara, dan masyarakat melalui topeng. Selain itu juga ada konferensi nasional, pameran topeng, dan lomba mewarnai topeng,” papar Chief Executive IMF 2023 Mimi Zulaikha. (nis/fer)
Editor : Tri Wahyu Cahyono