Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Lewat Read Aloud, Sara Neyrhiza Ajak Orang Tua Mendorong Anak Mencintai Buku sejak Dini

Septian Refvinda Argiandini • Rabu, 29 November 2023 | 17:20 WIB

 

BUTUH PEMBIASAAN: Sara Neyrhiza membacakan buku cerita kepada anak-anak.
BUTUH PEMBIASAAN: Sara Neyrhiza membacakan buku cerita kepada anak-anak.

RADARSOLO.COM - Membacakan buku untuk anak sejak dini ternyata sangat baik untuk perkembangan otak anak di masa depan. Namun orang tua terkadang malas untuk melakukannya.

Lewat komunitas Read Aloud, Sara Neyrhiza bersama ibu-ibu lainnya saling memberikan semangat membacakan buku untuk anak-anak.

 

Sara Neyrhiza memegang buku cerita bergambar. Sambil membuka lembar demi lembar, dia bercerita apa yang ada di dalam buku kepada anak-anak di depannya. Mereka tampak antusias memperhatikan cerita itu sampai tuntas.

Nah, inilah salah satu kegiatan yang dia lakukan untuk merangsang anak-anak agar tertarik untuk mendengar dan membaca buku.

Melalui komunitas baca Read Aloud, Sara -sapaan akrabnya- mencoba mengajak orang tua untuk mendekatkan buku kepada anak sejak dini. Kegiatan tersebut dinilai dapat meningkatkan kedekatan anak dengan ibu hingga berdampak pada stimulasi secara visual.

Sara menjadikan Read Aloud sebagai bagian dari tindak lanjut program literasi untuk meningkatkan budaya membaca masyarakat. Serta menghilangkan kondisi buta aksara.

Komunitas yang berdiri sejak awal pandemi Covid-19 tersebut memfasilitasi para ibu-ibu untuk meningkatkan kedekatan dengan anaknya.

“Kami menyadari anak-anak sekarang banyak intens ke gadget, maka mulai yuk diajak kembali untuk lebih cinta buku melalui aktivitas menyenangkan” kata Sara yang juga pendiri Komunitas Read Aloud Solo Raya ini

Keresahan-keresahan tersebut mendorong Sara bersama teman-temannya mendirikan Komunitas Read Aloud Solo Raya.

Bergerak sejak pandemi, komunitas ini berupaya untuk meningkatkan minat baca kepada anak-anak yang selama pandemic tidak bisa leluasa melakukan aktivitas di luar rumah. Sehingga membuat anak stres dan mudah bosan.

"Saat pandemi banyak ibu dan anak yang tidak bisa kemana-mana. Maka kami bentuk komunitas ini untuk meningkatkan bonding ibu dengan anak melalui aktivitas reading a loud,  atau membacakan buku secara nyaring," kata Sara.

Banyak manfaat yang diperoleh saat orang tua rajin membacakan buku bagi anak sejak dini. Salah satunya membantu perkembangan kognitif anak.

Selain itu, orang tua juga bisa sekaligus mengenalkan huruf dan objek-objek lainnya kepada anak.

“Karena sebetulnya membacakan buku bisa dimulai dari anak masih bayi. Baru lahir bisa dibacakan buku, bisa meningkatkan bonding antara ibu dan anak, terus interaktif, diselipin sambil ngobrol, tanya jawab atau gantian anak yang bercerita," urainya. 

Diakui, mendekatkan anak dengan buku bukan hal yang mudah. Namun, dia yakin dengan kebiasaan dan rutinitas yang diajarkan sejak dini, anak secara tidak langsung juga akan terlatih untuk membaca buku.

Para orang tua juga diimbau lebih peduli pada perkembangan anak dan bonding anak lewat reading a loud.

“Usahakan ketika membacakan buku tangan kita sambil menunjuk ke huruf sehingga anak bisa mengidentifikasi, tanpa kita harus mengajarkan a, b, c. Selain itu juga menstimulasi secara visual karena buku yang dipakai biasanya bergambar sehingga anak-anak jadi lebih tertarik,"ungkapnya.

Buku cerita yang baik biasanya memiliki nilai-nilai positif. Anak akan merekam pesan moral dari sebuah cerita yang kelak bisa membuatnya menahan diri dari perilaku-perilaku negatif.

Salah satu metode belajar sekaligus menanamkan pelajaran pada memori anak adalah dengan pengulangan. Sebab itu, orang perlu membacakan sebuah buku berulang kali.

“Kadang orang tua saat ini membaca untuk dia saja malas apalagi untuk anaknya. Padahal membacakan buku untuk anak banyak sekali manfaatnya. Lewat komunitas ini kami mendorong agar para orang tua kembali lagi membacakan buku untuk anaknya,” ujar dia.

Sarah membeberkan ada beberapa kegiatan yang dilakukan oleh komunitas tersebut.

Di antaranya membacakan buku melalui daring, bedah buku, webinar, dan latihan public speaking untuk para ibu-ibu ataupun calon ibu muda.

Saat ini komunitas tersebut diisi oleh 50 lebih ibu-ibu yang tersebar di Solo Raya.

“Jika dihitung dari anggota yang tergabung di grup WA itu ada 50 lebih. Selama ini kami juga banyak membantu memfasilitasi ibu-ibu yang kesulitan untuk meningkatkan bonding dengan anaknya. Atau sekadar sharing bersama masalah yang sering dihadapi oleh bunda-bunda,” tandasnya. (ian/bun) 

Editor : Damianus Bram
#Komunitas Read Aloud #literasi #Sara Neyrhiza #budaya membaca #membaca buku