Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Punden Macanan di Kecamatan Kebakkramat, Tempatnya Hening, Jadi Jujukan Calon Kepala Desa

Rudi Hartono RS • Minggu, 10 Desember 2023 | 14:00 WIB

 

Bangunan utama Punden Macanan di Dusun/Desa Macanan, Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar, kemarin (9/12). (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)
Bangunan utama Punden Macanan di Dusun/Desa Macanan, Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar, kemarin (9/12). (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

RADARKARANGANYAR.COM-Kabupaten Karanganyar memiliki sejumlah lokasi sejarah, disertai dengan histori penuh misteri.

Salah satunya Punden Macanan di Dusun/Desa Macanan, Kecamatan Kebakkramat. Dulunya, punden ini diklaim sebagai tempat persembunyian tentara Belanda.

Punden Macanan berupa bangunan utama bercat hijau, yang dikelilingi pepohonan besar. Dari cerita masyarakat, lokasi ini jadi persembunyian tentara Belanda, yang ingin melakukan agresi ke Soloraya.

Kini punden tersebut menjadi salah satu objek wisata religi. Sering dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah untuk menjalani ritual atau meditasi.

Terutama yang memiliki kepentingan maju dalam pemilihan kepala desa (pilkades). Baik di lingkup Kabupaten Karanganyar, maupun dari luar daerah.

Tak hanya itu saja, punden di lokasi ini cocok untuk bermeditasi. Menenangkan diri dari hiruk pikuk rutinitas sehari-hari.

“Oleh sejumlah warga pundennya dipugar. Dilakukan penataan untuk wisata religi ke depannya. Sering dipakai meditasi karena lokasinya tenang dan jauh dari keramaian,” kata Supriyanto, warga setempat Supriyanto.

Menurut Supriyanto, punden di sana sudah ada sejak masa penjajahan Belanda. Tentara Belanda yang gagal melancarkan agresi, akhirnya kocar-kacir. Sebagian bersembunyi di tempat ini.

“Dulu itu di sini rawa-rawa dan sepi. Cocok untuk persembunyian tentara Belanda. Ceritanya, jika ada yang bersembunyi tidak ketahuan. Yang terlihat hanya wujud macan atau harimau. Padahal yang sembunyi manusia,” imbuh Supritanto.

Dari mitos yang beredar ini, warga sekitar percaya Punden Macanan ditunggu sosok perempuan yang disebut Nyi.

“Sosok tersebut merupakan penunggu atau pawang dari makhluk-makhluk halus di dalam kompleks punden,” bebernya.

Sementara itu, Punden Macanan juga sering digunakan untuk ritual maupun kegiatan budaya. Sebagai bentuk penghormatan sekaligus wujud syukur atas limpahan rezeki dari Tuhan YME. (rud/fer)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#Kecamatan Kebakkramat #pilkades #calon kepala desa #jujukan #punden macanan