Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Upaya Aspakusa Makmur Bawa Produk Pertanian Tembus Retail Modern: Tampung Panen Sayur Lokal, Pasok ke 16 Retail Modern

Maulida Afifa Tri Fahyani • Kamis, 21 Desember 2023 | 17:52 WIB
TEROBOSAN: Sayur mayur yang dikemas Aspakusa Makmur Boyolali siap didistribusikan ke retail modern.
TEROBOSAN: Sayur mayur yang dikemas Aspakusa Makmur Boyolali siap didistribusikan ke retail modern.

RADARSOLO.COM - Apa yang dilakukan kelompok tani yang tergabung dalam Aspakusa Makmur Boyolali ini bisa menjadi contoh dalam pengembangan agribisnis.

Hasil pertanian mereka dikemas dalam standar tinggi dan dipasok ke retail-retail sejumlah kota.

Berbagai aktivitas memadati pabrik UMKM pengolahan sayur dan buah di Teras, Boyolali, kemarin siang.

Sejumlah orang tampak sibuk menyortir hasil panen petani setempat. Sebagian lain asyik menimbang dan mengemas sayur serta buah-buahan menjadi komoditas segar siap kirim.

Ya, inilah rutinitas anggota kelompok Aspakusa Makmur Boyolali. Asosiasi yang terbentuk dari geliat petani lokal, yang produknya mampu tembus pasar retail Solo Raya hingga kota-kota besar lainnya.

"Kami memang dari awal mindset pasarnya adalah ritel. Meski setelah pandemi ada beberapa toko yang tutup, kami bersyukur sampai sekarang asosiasi kami masih eksis. Masih banyak petani lokal yang menanam dan kami kirimkan ke toko-toko, seperti di Solo Raya, Surabaya, Jogja, dan Semarang," terang Dwi Lestari Pujiastuti, penanggung jawab lapangan Aspakusa Makmur Boyolali.

Aspakusa Makmur Boyolali berdiri sejak 2005 sebagai kelompok agribisnis. Sebelumnya, kelompok ini juga telah dibina oleh perusahaan Taiwan ICDF sejak 1994.

Kini kelompok agribisnis ini dibina langsung oleh Dinas Pertanian Jawa Tengah, Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah, Dinas Pertanian Boyolali, dan Dinas Ketahanan Pangan Boyolali.

"Makanya produk kami banyak yang unik dan tidak umum dijual di pasar lokal. Termasuk okra merah dan hijau, kol hijau dan merah, paprika, serta asparagus hijau yang harganya lumayan menaikkan taraf hidup petani lokal. Karena tanam sekali bisa panen kurang lebih selama 10 tahun," jelas Puji.

Sayur mayur yang dipasok ke Aspakusa merupakan hasil usaha para petani hortikultura. Di mana kelompok ini menjalin kerja sama dengan sedikitnya lima kelompok tani lokal dengan total anggota 217 petani.

Mereka menanam berbagai jenis sayuran di puluhan hektare lahan. Baik itu di lahan dataran rendah hingga dataran tinggi. Maka tak ayal, ada lebih 80 jenis sayur mayur yang dipasok ke Aspakusa.

"Kegiatan pemasokan ini punya proses yang terjadwal. Setiap hari pasti selalu ada hasil panen baik dari para petani. Jadi setiap hari harus kami kerjakan pengemasan dan kirim ke toko. Di sini kami melibatkan petani lokal dari Selo, Boyolali, Mojosongo, Teras, dan Banyudono," ujar Puji.

Aspakusa bagaikan tempat transit sayur mayur berkualitas premium yang dikemas menggunakan standard operating procedure (SOP).

Di markasnya sendiri pun, UMKM pemasok sayur mayur lokal ini memiliki teknologi canggih untuk menjaga kualitas produknya.

Sebut saja, teknologi plasma ozone. Teknologi ini mampu menjaga sayur agar tetap segar dan higienis selama proses distribusi ke swalayan atau retail. Rata-rata sayur bisa bertahan selama empat hingga delapan hari.

Selain itu, sayur yang masuk ke Aspakusa juga diperhatikan proses penyimpanannya. Dengan menggunakan ruang pendingin dan suhu khusus yakni sekitar 4 sampai 8 derajat celcius. Sementara untuk pengemasan diatur sekitar 250 gram, 200 gram, atau 100 gram.

"Produk-produk dari Aspkusa ini juga aman dan telah dilengkapi dengan Sertifikasi Prima 3. Dari OKKPD Provinsi Jawa Tengah," jelas Puji.

Puji tak memungkiri, bergerak di bidang agribisnis ini juga tak lepas dari sejumlah tantangan.

Sebelum pandemi produksi Aspakusa bisa mencapai 1 ton sehari. Namun kini mengalami penurunan cukup signifikan.

"Dulu pandemi paling turun 30 persen. Sekarang tinggal 40 persen. Jadi produksi paling sekitar 3 sampai 4 kwintal sayur mayur saja dalam sehari," sebutnya.

Kendati demikian, dia bersama belasan rekan lainnya tak patah semangat. Terbukti, konsistensi Aspakusa menjaga kualitas produksinya mampu membawa penghargaan.

Salah satunya juara I Anugerah Produk Pertanian Berdaya Saing Nasional kategori produk segar berdaya saing 2014 dan penghargaan lainnya.

Selain itu, Aspakusa juga menjalin kerja sama dan berhasil memasok sayur mayur petani lokal ke 16 retail modern di berbagai kota. (ul/bun)

Editor : Damianus Bram
#Aspakusa Makmur Boyolali #pertanian #agribisnis #petani lokal