Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Brigadir Agus Kurniawan, Pencetus Ide Kopi Curhat Pak Bhabin: Tampung Aduan Masyarakat hingga Aksi Heroik Selamatkan Bumil

Damianus Bram • Jumat, 19 Januari 2024 | 19:45 WIB
MUDAH BERBAUR: Brigadir Agus Kurniawan dengan lapak kopinya.
MUDAH BERBAUR: Brigadir Agus Kurniawan dengan lapak kopinya.

RADARSOLO.COM - Pendekatan Bhabinkamtibmas Desa Jeron, Kecamatan Nogosari, Boyolali Brigadir Agus Kurniawan terhadap masyarakat cukup unik.

Sepeda motor dinas polisinya disulap jadi lapak kopi. Namanya Kopi Curhat Pak Bhabin.

Jalan desa di tengah areal persawahan, tepat di sisi barat Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo terlihat ramai pada Minggu sore (14/1).

Maklum, cuaca sore itu sedang cerah-cerahnya. Di antara deretan masyarakat yang nongkrong di tepi jalan tersebut, terdapat satu unit sepeda motor dinas polisi yang menyita perhatian.

Di jok belakangnya terpasang lapak mini dari material kayu jati Belanda. Di atasnya tetata rapi sejumlah cangkir, kompor gas portable lengkap dengan isi ulangnya, gula, teko berisi air panas, serta beberapa sachet kopi dari berbagai merek.

Di sebelah motor itu berdiri seorang polisi berseragam lengkap. Dia terlihat sibuk menyeduh kopi ke beberapa cangkir. Lalu dibagikan ke beberapa pemuda yang duduk di kursi.

Setelah kopi dibagikan, polisi tersebut memberikan sedikit wejangan. Terutama terkait tata tertib berlalu lintas.

Di antaranya larangan menggunakan knalpot brong, wajib memiliki SIM, kelengkapan sepeda motor lengkap, serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas.

Inilah rutinitas Brigadir Agus Kurniawan, anggota Polsek Nogosari yang sedang sosialisasi di kawasan Bandara Adi Soemarmo.

Program ini dinamai Kopi Curhat Pak Bhabin. Program yang murni lahir dari ide segar polisi kelahiran Boyolali, 26 Februari 1992 itu.

“Saya cari bagaimana agar bisa lebih dekat dengan masyarakat. Terutama masyarakat yang mau curhat atau cerita permasalahan mereka. Dengan ngopi bareng ini masyarakat lebih terbuka. Lebih leluasa dan gampang,” kata bapak dua anak, suami dari Anita Rahmawati tersebut.

Ide kopi curhat ini muncul, karena Agus sering menemui masyarakat yang sungkan mengadukan permasalahannya. Justru masalah tersebut baru terungkap dari mulut orang lain.

“Ketika masyarakat ada masalah lalu diselesaikan dengan surat keputusan bersama (SKB), saya sering disediakan kopi. Lalu saya berpikir, seharusnya saya yang menyediakan kopi,” imbuh lulusan Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jateng pada 2013 ini.

Dari sinilah terbesit di pikiran Agus untuk membawa kopi ketika menyambangi warga, dari satu dusun ke dusun lainnya.

Terutama di wilayah binaan di Desa Jeron. Terhitung sejak 2020, Agus patroli keliling desa sembari menenteng tas punggung. Isinya aneka kopi, kompor portable, gelas, dan teko.

“Saya sering berhenti di pos ronda atau tempat warga nongkrong untuk sosialisasi. Sekaligus mendengar keluhan warga sambil ngopi bareng. Dulu itu yang ngopi bareng paling 2-5 orang,” ujar pria yang pernah jadi anggota Dalmas Polres Boyolali pada 2015-2017 itu.

Menariknya, Agus membagikan kopi tersebut cuma-cuma alias gratis. Dana pengadaan kopi berasal dari anggaran Dukungan Operasional (Duk Ops) Bhabinkamtibmas Polsek Nogosari.

Sayangnya, anggaran yang turun tiap sebulan sekali itu hanya cukup untuk empat hingga lima kegiatan.

Solusinya, Agus sering merogoh kocek pribadi. “Alhamdulillah saya ada usaha toko pakaian online. Saya ambilnya dari Solo lalu dijual di marketplace. Sebagian hasilnya untuk pengadaan kopi,” terang Agus yang mengawali karir polisi sebagai Shabara di Polda Jateng pada 2013-2015.

Sembari ngopi, Agus mendengar banyak keluhkan dari warga. Tak sekadar mendengar, dia juga berusaha menyelesaikannya.

Ambil contoh pengurusan kartu tani dan sumur bor. Kasus terakhir ini berawal dari kelangkaan gas elpiji bersubsidi 3 kg alias gas melon di Desa Jeron.

“Setelah saya selidiki, ternyata ada warga yang borong gas melon untuk mesin penyedot air. Kemudian saya bantu urus ke pihak terkait, sampai akhirnya dibuatkan sumur bor,” bebernya.

Keberhasilan tersebut membuat banyak warga Desa Jeron yang tertarik mengadukan masalahnya.

Bahkan beberapa warga membagikan aktivitas Agus di media sosial (medsos). Alhasil program itu mulai dikenal masyarakat di luar desa.

“Lama-lama saya kok kurang nyaman pakai tas gendong. Lalu saya ganti pakai kontainer plastik yang diikatkan ke motor dinas. Sampai akhirnya saya ganti pakai kayu biar lebih stylish,” ujar Agus.

Pada Februari 2023, Agus memutuskan membuat akun Instagram dan TikTok “Kopi Curhat Pak Bhabin”. Mengikuti saran para pemuda yang kerap mengikuti aktivitas Agus.

“Unggahan pertama mendapat respon positif dari netizen. Padahal cuma foto ada tulisan Kopi Curhat Pak Bhabin dan nomor WA (WhatsApp),” kata Agus.

Pernah juga Agus membantu upaya persalinan warga. Kebetulan suaminya sedang bekerja sebagai sopir. Alhasil wanita tersebut hanya tinggal bersama seorang anaknya yang masih kecil.

Suatu malam, Agus ditelepon belasan kali oleh wanita tersebut. Karena tidurnya terganggu, dia nyaris mematikan ponselnya. Lalu dia tersadar, mungkin panggilan tersebut darurat.

Setelah diangkat, terdegar suara tangisan anak kecil dan wanita yang merintih kesakitan. Ternyata ketubannya pecah dan kesadarannya menurun. Minta tolong diantar di rumah sakit.

Setelah dikirim lokasinya di aplikasi WA, Agus bergegas menuju ke rumah wanita itu dengan mobil. Lalu diantar ke bidan terdekat.

“Saya tunggui sampai sadar. Setelah suaminya bisa dihubungi lalu saya pulang,” ujar Agus.

Setelah viral, Agus kebanjiran curhatan via online. Tak hanya dari warga Desa Jeron, bahkan ada curhatan dari Papua dan Bali. Dalam sehari ratusan curhatan masuk ke ponselnya.

“Saya tidak bisa merespons semuanya. Dipilih yang masalahnya cukup penting dan saya bisa bantu. Entah itu berupa masukan, solusi, atau bantuan tenaga,” ujarnya lagi.

Khusus curhatan dari luar daerah, Agus membagikan kontak Bhabinkamtibmas wilayah orang tersebut tinggal.

Memanfaatkan aplikasi BOS V2 milik Polri, yang di dalamnya terdapat fitur Halo Pak Bhabin yang menyediakan kontak Bhabinkamtibmas seluruh Indonesia.

Terobosan ini mengantarkan Agus juara 3 lomba inovasi Bhabinkamtibmas se Polda Jateng. Termasuk reward dari Polres Boyolali.

Bahkan, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi yang tengah kunjungan ke Polres Boyolali, Senin (15/1), berniat memberikan penghargaan atas inovasi tersebut. (zia/fer)

Editor : Damianus Bram
#lapak kopi #Desa Jeron #Kopi Curhat Pak Bhabin #Bhabinkamtibmas