Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Menyulap Selokan Berbau Menjadi Menarik ala Pak Carik: Menjadi Kolam Ikan Warna-warni, Lebih Sedap Dipandang Mata

Silvester Kurniawan • Rabu, 24 Januari 2024 | 20:42 WIB
PENGGERAK: Sekretaris Kelurahan Tipes Wisnu Prabowo menunjukkan selokan di lingkungan kelurahan yang bersih.
PENGGERAK: Sekretaris Kelurahan Tipes Wisnu Prabowo menunjukkan selokan di lingkungan kelurahan yang bersih.

RADARSOLO.COM - Bertugas di tempat baru yang bersentuhan langsung dengan masyarakat menjadi tantangan baru bagi Wisnu Prabowo. Apalagi di perkotaan memiliki lahan terbatas. Namun itu tak membuat dia menyerah.

Bila sebelumnya tugas-tugas Wisnu lebih banyak melayani pimpinan di Bagian Prokompim Sekretariat Daerah Kota Solo, kini dia harus melayani langsung masyarakat setelah diamanahi tugas baru sebagai sekretaris Kelurahan Tipes, Kecamatan Laweyan.

“Kalau dulu kan tugasnya hanya melayani pimpinan, meyesuaikan dengan pola kerja masing-masing pimpinan. Baik itu sekda, wawali maupun wali kota. Kalau sekarang dihadapkan langsung melayani masyarakat,” terang dia, Selasa (9/1) siang.

Pria kelahiran Karanganyar, 7 Juli 1993 itu akhirnya mulai mengamati lingkungan kerjanya yang baru dan beradaptasi dengan pegawai-pegawai yang lebih dulu bekerja di lingkungan itu. Saat itulah dia melihat ada kreativitas dari linmas dengan memanfaatkan selokan.

“Awalnya malah dari teman-teman linmas itu. Jadi mereka minta izin untuk pakai selokan buat memelihara lele. Ya saya izinkan karena kebetulan waktu itu kemarau dan selokannya memang tidak ada airnya. Hasilnya sempat di panen juga,” terang pria yang sering dipanggil Pak Carik ini.

Pengalaman itu akhirnya dilanjutkan, hanya saja bekas air kolam dari lele yang dipanen itu tampak keruh dan beraroma tidak sedap.

Dari sana dia terpancing untuk turun tangan agar selokan yang dimanfaatkan itu tidak hanya dipakai ala kadarnya namun memiliki fungsi yang lebih baik.

Terutama untuk lingkungan sekitar kantor kelurahan agar memiliki nilai keindahan.

Dia pun langsung mengajak punggawa pemerintahan setempat untuk mengoptimalkan dengan menambahkan instalasi yang pas untuk berternak ikan.

“Airnya keruh. Kami beli pipa paralon, buat filterasinya, dan beli pompa airnya. Anggarannya cuma Rp 300 ribu untuk membuat selokan kecil agar jadi kolam ikan yang indah,” papar Wisnu.

Dengan tambahan itu, Kelurahan Tipes kemudian menambah varian ikan yang dipelihara. Jika sebelumnya hanya fokus pada pembesaran lele untuk konsumsi, kini mereka menambah bibit nila yang cukup banyak.

Agar bisa dipanen dan dibagikan kepada masyarakat pada waktu panen selanjutnya. Manfaat lainnya dengan menambahkan ikan nila yang warnanya mencolok membuat selokan yang disulap jadi kolam itu lebih sedap dipandang mata.

“Ternyata kalau jeli hal sederhana bisa memiliki daya guna yang lebih bermanfaat dan lebih indah. Lihat saja selokan yang sebelumnya keruh kini menadi kolam ikan yang enak dipandang mata. Dan ikannya bisa dipanen serta dibagikan ke warga sekitar,” ujar pria yang memang hobi memelihara ikan tersebut.

Dia berharap kegiatan yang dimulai dari coba-coba itu bisa memberikan dampak baik bagi warga Kelurahan Tipes.

Upaya-upaya swasembada pangan dengan beternak ikan di lahan seadanya itu bisa ditularkan ke masyarakat luas.

“Dengan memanfaatkan selokan seperti ini jelas selokannya jadi lebih bersih. Kedua ada ikan yang dipelihara dan bisa dikonsumsi karena airnya pakai air sumur jadi tetap higienis. Lingkungan lebih bebas dari gangguan nyamuk. Saya harap model seperti ini bisa ditiru masyarakat,” ujar dia. (ves/bun)

Editor : Damianus Bram
#Kelurahan Tipes #selokan #ikan #kolam