Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Rizky Ilahi, Generasi Ketiga Pengelola Toko Kaset Musik Lawas yang Bertahan di Tengah Gempuran Zaman

Maulida Afifa Tri Fahyani • Kamis, 25 Januari 2024 | 20:11 WIB

 

LANGKA: Rizky Ilahi memperlihatkan koleksi kaset-kaset lawas di tokonya kemarin.
LANGKA: Rizky Ilahi memperlihatkan koleksi kaset-kaset lawas di tokonya kemarin.

RADARSOLO.COM - Kaset pita pernah berjaya sebelum era digital. Musisi baru dikatakan sukses bila albumnya bisa tercetak dan laris berjuta keping.

Pemilik hingga penggemar bisa menikmati audio sembari membaca teks lagu di bagian cover album.

Kini, memasuki era digital, keberadaan kaset kian tak tercium. Di Solo, salah satu toko kaset yang bertahan itu adalah milik Rizky Ilahi.

 

Alunan musik lawas sayup-sayup terdengar di sepanjang Jalan Diponegoro, kemarin (24/1). Karya band-band era 90-an mengisi ruang di sepanjang koridor Ngarsopuro.

Seperti vokal unik Dolores The Cranberries dengan lagu hitsnya berjudul Zombie yang menggema dari ruko ujung jalan.

Kios ini menjadi satu-satunya toko kaset musik lawas yang bertahan di tengah kota.

Rizky Ilahi adalah orang yang kini mengelola dan mewarisi usaha tersebut. Pria berusia 25 tahun itu menjadi generasi pewaris ketiga. Dari bisnis toko kaset milik kakeknya.

"Kalau dari zaman kakek saya, toko ini hampir berusia 70 tahun lebih. Karena kakek saya dulu sempat berhenti jualan akhirnya digantikan ayah saya tahun 2010. Kemudian baru saya sebagai generasi ketiga," jelas Rizky saat ditemui Jawa Pos Radar Solo di rukonya, kemarin (24/1).

Tampilan toko kaset itu tak jauh beda dari sejak awal berdiri. Macam-macam model kaset masih berjejer rapi. Seperti pita kaset hingga VCD.

Koleksinya pun berjumlah ratusan. Mulai dari musik-musik dangdut, pop, hingga barat era 70, 80, dan 90an. 

Pagelaran seni wayang, reog, ketoprak hingga langgam-langgam jawa juga masih tersedia. Bahkan sampai puluhan CD film kartun anak-anak.

"Koleksi (kaset) kalau Barat masih agak lengkap. Seperti album The Beatles 90-80an itu masih ada CDnya. Kalau kaset pita paling banyak ya jenis instrumental," jelas pria asal Mangkubumen itu.

Sedari kecil, Rizky telah diajak ayahnya untuk ikut mengelola bisnis kaset. Tak ayal, pengetahuannya tentang perkembangan musik lawas tak diragukan lagi. Jenis, judul, era, kualitas, hingga harga VCD dan Pita Kaset telah dia hafal.

Seluruh kaset yang dijual di tokonya pun orisinil. Dikirim langsung dari tiap-tiap pabrik rekaman, khususnya dari Surabaya. Sedangkan lagu-lagu barat impor dari pusat perekaman luar negeri.

"Di sini koleksi paling mahal harga sekitar Rp 300 ribu untuk lagu barat. Karena satu paket VCD itu ada tiga kaset dan itu orisinil," jelas dia.

Masa keemasan kaset pita dan VCD terjadi di era 90-an. Memasuki era digital atau di atas tahun 2000, produk kaset pita mulai menurun. Hingga satu persatu pabrik kaset gulung tikar.

Di toko milik Rizky, kaset VCD terbaru ada di 2020 yang berisi musik-musik pop millenial. Kaset milik Dewa 19 adalah yang paling digemari hingga sekarang. Sementara untuk lagu barat adalah band Queen yang paling diburu kolektor.

"Sekarang saya hanya menghabiskan stok. Karena memang sudah turun peminatnya," jelas dia.

Rizky tak memungkiri, industri digital cukup menggerus bisnis kaset miliknya. Mau tak mau dia pun memilih untuk banting setir. Sambil membuka bisnis kuliner sate padang di depan tokonya.

Meski begitu, koleksi kaset-kasetnya tak dia hilangkan. Justru, memberi kesan unik di warung makan barunya.

Ratusan rak kaset beserta poster band-band menghiasi ruko yang juga diisi meja dan kursi khas warung makan.

Di satu sisi, upaya Rizky untu memasarkan kaset lawas juga tak berhenti, yakni lewat platform online.

Menurutnya, mendengarkan lagu lewat kaset memiliki keistimewaan sendiri. Berbeda dengan mendengarkan lagu leeat digital.

"Kalau mendengar di kaset kan kita juga ada upaya untuk merawat agar tidak mudah rusah. Jadi rasa tanggung jawab itu bisa muncul dengan melestarikan vcd ini," ungkap Rizky. (ul/bun)

Editor : Damianus Bram
#vcd #musik lawas #ngarsopuro #toko #kaset