Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Situs Perjanjian Giyanti, Kemunculan Sosok Prajurit Keraton

Rudi Hartono RS • Minggu, 25 Februari 2024 | 23:19 WIB
Upacara adat yang digelar warga Dusun Kerten, Desa Jantiharjo, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar di Monumen Giyanti.
Upacara adat yang digelar warga Dusun Kerten, Desa Jantiharjo, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar di Monumen Giyanti.

RADARSOLO.COM - Monumen atau Situs Perjanjian Giyanti terletak di Dusun Kerten, Desa Jantiharjo, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar.

Situs ini dikenal sebagai salah satu lokasi tercetusnya perjanjian untuk memecah belah kekuasaan pada zaman kerajaan Mataram Islam.

Hingga akhirnya terpecah menjadi dua wilayah, yakni Kasultanan Ngayogyakarta dan Kasunanan Surakarta.

Lokasi Monumen Giyanti berada di sisi selatan jalan penghubung Karanganyar-Matesih. Di depan situs terdapat gapura putih sebagai akses masuk pengunjung. Di sisi gapura terdapat tulisan Perjanjian Gianti, 13.2.1755.

Setelah masuk ke dalam situs, terlihat dua batang pohon besar berakar luas. Pohon tersebut dipagari tembok putih. Juga terdapat sebuah batu berbentuk mirip meja.

Batu ini dipercaya sebagai salah satu tempat untuk membuat perjanjian Giyanti, antara Pakubuwono (PB) III, Pangeran Mangkubumi, serta perwakilan kongsi dagang VOC.

Selain menyimpan cerita sejarah perpecahan kerajaan Mataram Islam, sejumlah cerita misteri menyelimuti Monumen Giyanti.

Hingga kini cerita tersebut masih dipercaya masyarakat sekitar. Salah satunya adalah cerita kemunculan sosok mengenakan pakaian seperti prajurit Jawa.

“Sebenarnya saya sudah diwanti-wanti untuk tidak boleh bercerita terkait mistisnya. Tapi kalau memang ada hal mistis di sini. Banyak sekali,” kata juru pelihara Monumen Giyanti Sukarno Wahab, kemarin (24/2).

Konon, sosok tersebut terlihat berjalan mengelilingi monumen. Biasanya muncul di sepertiga malam. Beberapa warga lainnya meyakini, ada sosok harimau yang menunggu situs.

“Salah satunya itu (sosok prajurit) di sepertiga malam. Sejak saya ada di sini, sering melihat prajurit Jawa yang berjalan mengelilingi situs,” terang Wahab sembari sesekali menyembah di situs, setelah menceritakan mistis tersebut.

Wahab menambahkan, di Monumen Giyanti kerap diadakan upacara adat bagi warga Dusun Kerten. Termasuk perwakilan dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

“Pernah ada kejadian pohon besar di dalam situs pindah tempat. Juga ada penemuan sebuah pusaka di sini,” papar Wahab. (rud/fer)

Editor : Damianus Bram
#Kerajaan Mataram Islam #Prajurit Keraton #Perjanjian Giyanti #monumen