RADARSOLO.COM - Salah satu jenis ayam hias yang belakangan cukup populer adalah Chabo Blacktail. Perlu cara yang tepat untuk menjaga kesehatannya.
Ayam hias asli negeri samurai itu memiliki bulu putih bersih pada bagian tubuhnya, serta bulu hitam mengkilap pada bagian ekornya.
Untuk itu mesti ekstra jaga kebersihan jika ingin memelihara ayam yang satu ini.
Salah seorang pembudi daya ayam hias asli Solo, Ari Wahyudi mengatakan, Ayam Chabo Blacktail ini sejatinya merupakan salah satu jenis ayam kate yang ada di dunia.
Ayam hias ukuran kerdil ini merupakan spesies ayam hias asli Jepang. Belakangan banyak dibudi daya di berbagai belahan dunia, tanpa terkecuali juga di Indonesia.
“Sayang belum ada kontesnya disini,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Solo, Jumat (15/3/2024).
Di Indonesia, Chabo Blacktail sudah dikenal sejak 4-5 tahun terakhir. Penggemarnya pun sudah banyak di berbagai daerah di Indonesia.
Begitu juga dengan pemudi dayanya yang juga banyak ditemukan di berbagai kota di Indonesia.
Sayangnya Chabo Blacktail saat ini hanya sebatas ayam hias semata karena belum ada kategori kontesnya.
“Kebanyakan ya dipelihara untuk klangenan saja, soalnya di Indonesia ini masih belum ada kontesnya untuk kategori Chabi Blacktail ini padahal penggemarnya juga sudah banyak,” terang dia.
Yang perlu diperhatikan adalah kebersihan kandangnya. Daya tariknya memang warna putih bersihnya itu yang kontras dengan ekornya yang hitam. Jadi memang harus ekstra bersih-bersih kalau mau pelihara ini.
“Soalnya kakinya juga lebih pendek dari ayam kate jenis lainnya, jadi bagian tubuh atau bulu akan lebih sering kotor. Makanya kebersihan kandang dan ayamnya sendiri harus diperhatikan,” terang pemilik Ayam Hias Solo Farm di kawasan Mojosongo itu.
Pemeliharaan Chabo Blacktail terbilang mudah karena tidak berbeda dengan merawat ayam-ayam jenis lainnya.
Hanya saja soal pengembang biakan memang tidak semudah cara pemeliharaanya. Kakinya yang pendek membuat pembudidayaannya cukup sulit dilakukan sehingga tidak semua telur yang dihasilkan bisa menetas jadi anak ayam yang sehat.
“Budi dayanya agak susah, karena kakinya pendek itu proses pembuahannya agak sulit. Jadi tidak semua telur bisa jadi anakan, paling hanya 40 persen saja yang bisa menetas dalam satu periode bertelur. Setahun itu biasanya 4-6 kali bertelur,” beber Ari Wahyudi.
Hal-hal dan kerumitan-kerumitan itulah yang membuat harga Chabo Blacktail masih lumayan tinggi dan selalu laris manis dipasaran.
Untuk anakan Chabo Blacktail usia 2 bulan Rp 300 ribu per ekor. Sementara usia indukannya bisa sampai Rp 1,5 juta per pasang.
Konon katanya, makin pendek kaki Chabo Blacktail makin tinggi pula harganya.
“Kalau ayam hias itu memang ada harga rata-rata atau harga pasarannya, tapi dipenjual itu harga tergantung kualitas. Kebetulan di tempat saya ini sudah laku semua, yang tersisa tinggal tiga anakan dan tiga indukan saja,” terangnya. (ves/nik)
Editor : Damianus Bram