RADARSOLO.COM - Sebagian masyarakat kita percaya, bila di dunia ini, kita tidak hidup sendiri.
Dimana ada makhluk-makhluk tak kasat mata yang hidup berdampingan dengan kita.
Terkadang, makhluk tak kasat mata bersinggungan dengan umat manusia. Ada yang berniat mengganggu, ada pula yang sekedar usil.
Ada pula yang mencoba masuk kedalam tubuh kita, atau yang kita kenal dengan istilah kesurupan atau kerasukan.
Momen kesurupan ini pernah dialami Siti Aminah, 18. Di mana siswa salah satu SMA negeri di Kota Solo ini menuturkan kejadian ini terjadi saat dia lulus dari bangku SMP.
Bermula ketika Siti dan beberapa temannya sedang mendaki puncak Gunung Lawu.
"Ada orang dewasanya, kakaknya teman tiga orang. Jadi setelah lulus itukan liburan panjang, kami naik gunung," ungkapnya.
Siti mengatakan saat perjalanan ketika datang hingga pulang, tidak ada gangguan dari makhluk astral. Gangguan ini terjadi ketika dia sampai di rumah.
"Awalnya pas saya di kamar sering melihat ada sosok tinggi besar dari balik jendela. Kebetulan kamar saya langsung menghadap keluar, ke arah kebun belakang," tuturnya saat ditemui Jawa Pos Radar Solo di kawasan Manahan.
Singkat cerita, muncul suara-suara aneh yang selalu memanggil namanya. Suaranya terkadang seperti suara sang ibu.
Akan tetapi, ketika Siti bertanya kepada sang ibu, ibunya membantah bila memanggil namanya. Puncaknya, pada suatu sore, tubuh Siti ambruk saat hendak mandi.
Dari cerita yang diperoleh dari sang ibu, saat ambruk itu tiba-tiba Siti mengamuk dan meracau tak karuan. Singkat cerita, dipanggilah seorang ustad di kampung mereka.
Awalnya pemuka agama tersebut berhasil menenangkan Siti untuk sejenak. Akan tetapi, setelah berapa saat dia kembali kumat.
"Kalau kata ibu, waktu itu saya teriak minta pulang, minta pulang gitu. Padahal itu saya sudah di rumah. Karena sampai berulang, akhirnya sama pak ustad kampung saya, dipanggillah ahli ruqyah. Saat itu saat akhirnya diruqyah. Kemudian baru yang merasuki saya itu dikeluarkan," paparnya.
Dia pun menjadi tahu, apa yang menyebabkan ada makhluk halus merasuki dirinya. Dimana saat sedang mendaki gunung itu, dia menstruasi, namun tidak mengatakan hal tersebut pada rombongannya.
Saat itulah, ada makhluk astral dari Gunung Lawu yang kabarnya mengikutinya sampai rumah.
Karena kejadian ini, Siti sempat mengalami trauma. Bahkan selama dua bulanan, ketika tidur dia tidak berani sendirian. Dia memilih untuk tidur bersama kedua orang tuanya.
"Takut benar saya waktu itu. Sampai benar-benar tidak ada suara baru saya berani (tidur sendirian)," tuturnya.
Diganggu oleh makhluk tak kasat mata juga dialami Junaedi Rochim Putra. Gangguan ini dialami keluarganya yang bersumber dari rumah yang mereka tinggali saat ini.
Ya, Junaedi tinggal di sebuah rumah di kawasan Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar.
"Jadi saya ini aslinya Bogor, kerja di sana dulu. Terus sama kantor cabang sana, dipindah ke Solo, kemudian beli rumah saya itu," ungkapnya.
Bapak dua anak ini mengatakan gangguan di rumah tersebut dimulai saat dia mulai tinggal di rumah barunya, sebulan lamanya.
"Awalnya sering ada barang jatuh, terutama di dapur. Waktu itu, saya kira tikus menyenggol sesuatu. Tapi waktu pagi dilihat, tidak ada perabot yang jatuh," paparnya.
Hingga suatu hari, terjadi perubahan pada sang istri. Dimana istrinya yang selama ini dikenal santun, tiba-tiba sering merenung. Bahkan kadang-kadang ngamuk.
Junaedi awalnya masih positif thinking, dia mengira bila sang istri belum siap pindah dari Bogor ke Solo.
Akan tetapi tingkah sang istri makin menjadi-jadi. Ada moment tiba-tiba istrinya mencekiknya. Kaget, dia langsung mendorong sang istri ke kasur, dan lari keluar rumah dengan membawa kedua anaknya.
Sempat meminta pertolongan tetangga. Saat itulah, diketahui kalau sang istri kerasukan.
Sebagai orang yang kurang percaya tahayul, dia sempat tidak yakin. Namun bila melihat gelagat sang istri, akhirnya dia percaya. Singkat cerita, arwah yang merasuki istrinya ini akhirnya berhasil diusir.
"Kalau dari yang saya dengar, memang makhluknya itu ada dari rumah. Jadi karena rumahnya ini sudah lama kosong sebelum saya beli, mungkin ada makhluk yang tinggal," katanya.
Setelah kejadian itu dia mengakui langsung bikin selametan di rumahnya.
“Ya sekadar doa supaya tidak ada gangguan lagi di rumah saya ini. Alhamdulillah, setelah empat tahun ini, tidak ada kejadian aneh-aneh lagi di rumah," leganya. (atn/nik)
Editor : Damianus Bram