RADARSOLO.COM- Banyak kisah-kisah menginspirasi mewarnai musim haji setiap tahunnya.
Rata-rata, mereka menabung selama belasan bahkan hingga puluhan tahun untuk bisa menunaikan Rukun Islam yang kelima ini.
Dari usahanya, mungkin jarang yang menyangka Luqman Busroh, 35, bisa berhaji di usia yang relatif muda.
Warga Desa Dibal, Kecamatan Ngemplak, Boyolali ini merupakan tukang bakso bakar yang biasa mangkal di tepi jalan sisi selatan Bandara Adi Soemarmo Solo.
Direncanakan, Luqman berangkat seorang diri. Dikarenakan sang istri harus mengasuh lima anaknya di rumah.
Luqman tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 94 dari Kabupaten Boyolali yang dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 4 Juni 2024.
“Senang rasanya, seperti tidak percaya. Ternyata berkat doa, Allah telah mengabulkan,” ujar Luqman, Kamis (9/5/2024).
Niat untuk bisa berhaji sudah tertanam di hati Luqman sejak kanak-kanak.
Dia terinspirasi dari penjelasan guru ngajinya terkait menjalankan Rukun Islam kelima tersebut.
“Saya ini hanya anak petani,” katanya.
Yang mendorong Luqman mendaftar haji adalah ayahnya.
Sang ayah lebih dulu berhaji pada 2001 dengan cara menjual ternak sapinya.
Sementara itu, Luqman mulai berjualan bakso bakar pada 2012.
Dari usahanya itu, dia mulai menabung. Sebagai gambaran, dari hasil penjualan per hari senilai Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu, Luqman menyisihkan Rp 50 ribu – Rp 100 ribu untuk ditabung.
“Tapi ya tidak pasti. Kadang Rp 60 ribu, juga Rp 70 ribu. Setiap harinya selalu saya sisihkan untuk ditabung,” ujar Luqman.
Hingga akhirnya pada 2012, dirinya memberanikan diri mendaftarkan haji menggunakan uang tabungannya.
Setelah 12 tahun lamanya menunggu, akhirnya Luqman bisa berangkat haji.
Menariknya, Luqman juga menabung uang pecahan Rp 500 dan Rp 1.000 yang dimasukkan dalam dua celengan ros bambu.
“Jumlahnya belum saya hitung. Itu niatnya untuk sangu (uang saku) berangkat naik haji,” katanya.
Selain masih mengumpulkan uang untuk bekal berangkat haji, Luqman melakukan persiapan fisik dan kesehatan. Termasuk rutin mengikuti bimbingan haji. (ren/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono