Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Haryatmi, Olah Ulat Jerman Menjadi Cemilan yang Bikin Ketagihan

Antonius Christian • Senin, 3 Juni 2024 | 06:02 WIB

 

Haryatmi memamerkan produk olahan ulat jerman menjadi snack enak
Haryatmi memamerkan produk olahan ulat jerman menjadi snack enak

RADARSOLO.COM - Ulat jerman biasanya untuk makanan hewan piaraan, seperti burung atau ikan predator. Namun di tangan Haryatmi, serangga dengan nama latin Zophobas Morio ini diracik menjadi makanan ringan atau snack.

Ide awal membuat makanan ringan dari ulat jerman ini sebenarnya didapay Haryatmi dari ketidaksenagjaan. Saat itu dia menjadi peserta di pameran hewan di salah satu pusat perbelanjaan di kawasan Palur.

 "Waktu itu saya bawa ulat jerman segar. Sasarannya dijual ke pencinta hewan yang datang ke situ untuk makanan hewan piaraan mereka," ungkapnya. 

 Hingga kemudian ada salah satu pengunjung mengatakan bahwa ulat jerman ini bisa diolah menjadi makanan. Singkat cerita, perempuan yang akrab disapa Mamik itu bertemu dengan salah seorang yang bisa mengolah serangga ini menjadi makanan ringan.

 "Tapi dia buatnya tidak intens, hanya ketika ada pesanan saja. Nah, saya berpikir, kalau cuma buat berdasarkan pesanan banyak yang tidak tahu. Akhirnya saya beranikan membuat sendiri untuk dipasarkan. Toh stok saya banyak. Kalau hanya dijual untuk pakan hewan, harganya murah," imbuh warga Kelurahan Pucangsawit ini.

 Mamik optimistis menekuni usaha ini karena bahan baku utama ulat jerman dia budidaya sendiri.  Sehingga dia tidak khawatir kehabisan stok.

 "Pakan (ulat) saya beri makanan organik. Dari sayur-sayur dan buah-buahan yang juga saya tanam sendiri. Jadi bukan bahan yang busuk," tuturnya.

 Mamik mengatakan sebelum membuat ulat jerman menjadi snack, dia melakukan beberapa kali eksperimen. Hingga akhirnya dia mendapatkan cara yang tepat, baik untuk bahan baku maupun pengolahan. Sebab, bila salah dalam mengolahnya, maka rasanya menjadi tidak enak.

 Mamik menjelasksan untuk bumbu dia menggunakan rempah-rempah. Selain itu dalam memasak juga menggunakan wajan dari bahan tanah liat agar ulat tidak gosong ketika disangrai.

 “Saya pernah mencoba menggunakan wajan besi, hasilnya gosong,” ujar dia. 

 Untuk memasarkan ini, Mamik mengaku baru menjual ketika ada pameran yang digelar di Solo Raya. Beragam respons datang dari calon pembeli ketika melihat produknya.

 "Mereka sering bilang geli dan jijik melihat bentuknya. Nah ini tantangan saya yakinkan agar tidak melihat fisiknya, tapi rasanya. Setelah mencicipi akhirnya ketagihan dan ada yang borong semua," ujarnya.

 Hanya saja, bagi yang memiliki alergi makanan, terutama udang disarankan agar tidak mengkonsumsi makanan ini. (*/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#ulat jerman #makanan #serangga #cemilan