Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Angga Pratama, Produksi Parfum Unik Berbahan Rempah Nusantara  dengan Berdayakan Petani Lokal

Maulida Afifa Tri Fahyani • Kamis, 13 Juni 2024 | 02:49 WIB
Angga Pratama memaerkan parfum dari bahan rempah produksinya. (MAULIDA AFIFA/RADAR SOLO)
Angga Pratama memaerkan parfum dari bahan rempah produksinya. (MAULIDA AFIFA/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Sama halnya dengan aksesoris, parfum menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari gaya hidup. Brand parfum lokal mulai eksis. Salah satunya, produk milik Angga Pratama. Parfum berbahan dasar rempah dan bunga.

Kecintaannya  pada wewangian menghantarkan Angga Pratama untuk menggali lebih dalam kekayaan aroma Nusantara. Memadukan rempah-rempah lokal menjadi parfum alami.

Lewat inovasinya, Angga berhasil menciptakan produk yang tidak hanya menggugah indra penciuman. Tetapi juga mengangkat nilai budaya Indonesia.

"Parfum produk kami memang asli hasil penyulingan rempah dan bunga. Kami pakai bahan-bahannya alami, sebagian besar dari wilayah Jawa Tengah," kata Angga kepada Jawa Pos Radar Solo, Rabu (12/6).

Dibalut dalam kemasan batik, parfum buatan Angga memiliki empat jenis varian. Nama-namanya pun unik. Mirip motif batik yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia.

Ada parfum berjuluk Sogan dan Sekar Jagat yang berbahan rempah asal Solo, Parang Barong yang berbahan rempah dari Jogjakarta, serta Mega Mendung yang berbahan rempah asal Jawa Barat.

"Kenapa batik? Karena kami juga ingin mengusung budaya Solo-Jogja. Masing-masing varian kami namakan sesuai motif daerah yang paling banyak kami pakai rempahnya. Misal sogan khas Solo, karena kami ambil rempahnya dari Karanganyar," jelasnya.

Cendana, cengkeh, bunga Nilam, dan rempah wangi lainnya adalah bahan yang kerap dipakai Angga. Dengan sedikit campuran dari ekstrak pohon Gaharu. Parfum buatannya menghasilkan aroma yang khas.

Baunya lekat dengan harum nuansa Keraton Jawa. Yang identik dengan kesan natural, lembut, dan menenangkan. 

"Wanginya memang seperti suasana di Keraton Jogja dan Keraton Solo. Tapi yang tidak terlalu tradisional banget, kami bikin dengam sentuhan modern sambil memadukan wangi-wangi rempah keraton yang ada bunga-bunganya," urainya.

Ide pembuatan parfum rempah sendiri berawal dari kegundahan Angga terhadap gempuran industri parfum dari luar. Sementara potensi rempah wangi-wangian Indonesia justru banyak diekspor ke mancanegara.

Berbekal pengalaman dan riset, Angga pun mencoba pengolahan minyak wangi dengan macam-macam rempah sejak 2015. Dua tahun kemudian brand parfum rempah berhasil dia bangun. Bersama rekannya, brand parfum batik berkembang dan dikenal masyarakat luas.

"Minat masyarakat sangat baik, saya biasanya memasarkan lewat online, toko oleh-oleh, maupun pameran. Seperti di kegiatan Solo is Solo, banyak wisatawan yang tertarik dan beli parfum rempah saya, dan masyarakat memang seringnya beli untuk oleh-oleh juga," urainya.

Pembuatan parfum rempah milik Angga memiliki proses cukup kompleks. Sebelum disuling, bahan rempah-rempah akan dikeringkan. Lalu diambil ekstraknya. Layaknya essential oil, pengambilan sari-sari rempah atau bunga dilakukan dengan cara dipanaskan.

"Tantangannya itu ukuran harus pas. Karena kalau beda sedikit kadang harum yang dihasilkan bisa berbeda. Jadi harus teliti dan konsisten," jelasnya.

Memiliki bisnis parfum alam, membuat Angga tak begitu kesulitan mendapat bahan baku. Karena mayoritas berasal dari kawasan Tawangmangu, Karanganyar. Tentu menggunakan bahan alam membuat parfum buatan Angga memiliki manfaat dan kelebihan tersendiri.

Upaya Angga dalam menciptakan parfum rempah juga menjadi misinya dalam memberdayakan petani lokal. Dengan memanfaatkan potensi sekitar, supaya keberadan petani rempah kian dikenal masyarakat.

Hal itu dia buktikan dengan ketekunannya menjalani bisnis parfum rempah, hingga dalam sebulan dia pun dapat memproduksi 500 hingga 800 picies.

"Kami ingin masyarakat itu sadar bahwa potensi rempah kita bisa menghasilkan parfum yang enak. Dengan membeli parfum rempah ini juga bisa membantu petani lokal Gaharu Nilam. Ke depan kami juga berencana menambah varian aroma baru," tandas Angga. (ul/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#rempah #angga pratama #parfum #petani