Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Kisah Elly  Prastimi Suhemi sebagai Konselor Polresta Solo: Awalnya Canggung, Kini Jadi Tempat Curhat Anggota Polri  

Antonius Christian • Senin, 24 Juni 2024 | 02:59 WIB
Elly Pratimi Suhemi memberi motivasi kepada anggota kepolisian yang bertugas. (A CHRISTIAN/RADAR SOLO)
Elly Pratimi Suhemi memberi motivasi kepada anggota kepolisian yang bertugas. (A CHRISTIAN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM -- Polisi merupakan pelayan masyarakat. Namun, tidak menutup kemungkinan akibat beban kerja, para anggota Polri ini dirundung stres. Disinilah tugas dari Elly Prastimi Suhemi, sebagai konselor bagi anggota kepolisian untuk membantu mengurai persoalan mereka.

Sudah hampir 8 tahun Elly dipercaya menjadi ketua Tim Konselor Polresta Solo. Awal dia dipercaya sebagai konselor tentu ada kecanggungan, mengingat statusnya sebagai PNS Polri. Namun lama-kelamaan, rasa sungkan ini sirna. Bahkan menjadi teman curhat bagi anggota polresta yang memiliki permasalahan. Baik kedinasan maupun pribadi.

Ya, sejak 2016, perempuan yang saat ini berdinas sebagai Kasubbag Strajemen dan Reformasi Birokrasi Polresta Solo itu bertugas membantu konseling dalam mengatasi masalah psikologis yang dialami anggota polresta.

"Jadi saya bertugas (menjadi konselor) sejak pertama dibentuk oleh Polda Jateng. Awalnya dulu tiga orang, saya, Hastin (AKP Hastin Mahardjanti, mantan Kanit PPA Satreskrim Polresta Solo) dan Dedy (Aipda Dedu Hermawan Saputro), sekarang sudah enam orang anggotanya," ujar Elly. 

Setelah mendapat penugasan tersebut, untuk menunjang kinerjanya Elly bersama tim selalu mendapat pembinaan dan pelatihan dari Polda Jateng. Tercatat sejak dia ditunjuk sudah ada enam kali pelatihan. Mulai dari kemapuan dasar konselor hingga tahap lanjutannya. 

"Jadi awalnya memang tugas kami untuk membantu permasalahan psikologis internal Polri. Namun lambat laun karena dirasa kinerja kami ini baik, kami dipanggil lagi untuk metode trauma healing. Jadi kami bisa diterjunkan untuk mengembalikan psikologis masyarakat yang terkena bencana alam, dan lainnya yang membutuhkan wadah konseling," tutur dia. 

Elly mengatakan, bila dilihat dari latar belakang pendidikan, dia sama sekali tidak memiliki background sebagai psikolog. Namun karena mendapat serangkaian pelatihan, hal ini menjadi sangat menunjang tugasnya.

"Sebenarnya yang paling penting itu kita harus memiliki empati yang tinggi," ujar dia.

"Jadi ketika kami berhadapan dengan warga atau anggota yang memiliki masalah, maka harus tahu betul rasanya seperti apa. Dengan begitu bisa memberi solusi permasalahan tersebut," imbuh Elly.

Saat kali pertama bertugas sebagai konselor Polri, tentu ada rasa kecanggungan dalam dirinya. Apalagi yang dihadapi anggota kepolisian dengan berbagai jenjang kepangkatan.

"Karena saya cuma PNS Polri, sementara yang kami hadapi mungkin ilmunya lebih tinggi dari saya. Tapi ditekankan sama polda, bahwa tugas kami ini menolong dan membantu. Tidak melihat siapa yang minta bantuan ke kami, kemudian menerapkan apa yang telah kami dapat," ujar dia. 

Elly mengatakan, untuk anggota kepolisian, yang paling banyak dicurhatkan biasanya anggota baru yang harus segera menyesuaikan diri ketika bertugas di Polresta Solo maupun dipindahkan ke satuan lain. 

"Jadi kebanyakan minta solusi, bagaimana caranya agar dia bisa langsung menyatu dengan organisasi yang baru," tuturnya.

Tidak hanya itu, lanjut Elly, dia juga pernah membantu personel Polri yang mengalami masalah dalam keluarga hingga tidak jadi mengajukan gugatan peceraian. Bahkan sudah sampai ke pengadilan.

Mendapati hal tersebut, Elly lantas mendekati pasutri ini. Di mana masalah utamanya adalah ego masing-masing. Kemudian dia mengajak pasutri ini untuk menyampaikan uneg-unegnya lalu diberi solusi.

"Selalu saya tekankan, apapun masalahnya pasti ada solusi. Bisa batal (cerai) karena bisa saling pengertianya. Kemudian saya ingatkan kalau kedua orang tua berecerai, korbannya adalah anak," ungkap dia.

Selain anggota Polri, Elly juga pernah menangani warga sipil. Dia mengatakan, biasanya masalahnya lebih kompleks. Mulai dari sosial, ekonomi, hingga hal-hal yang bersifat pribadi. 

"Seperti saat Covid kemarin. Kami diterjunkan sebagai konselor trauma healing di lokasi-lokasi karantina. Di situ banyak masalah ya karena banyak yang kehilangan pekerjaan, dan lain sebagainya," ujarnya.

Atas dedikasinya, Elly mendapat serangkain penghargaan dari institui Polri. Baik tingkat Polda Jateng maupun Polresta Solo.  Terakhir 13 Desesember 2023, dia mendapat penghargaan dari kapolresta sebagai konselor berdedikasi tinggi dalam pelaksaan tugas sebagai konselor. (*/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#polri #polresta solo #konselor #trauma healing