RADARSOLO.COM - Pamor sulcata sebagai kura-kura darat yang paling popular, kini mulai terpinggirkan. Perannya digantikan red foot tortoise atau kura-kura darat berkaki merah.
Jadi jangan ditanya, meski posturnya tak segagah sulcata, tapi harganya justru lebih mahal.
Red foot tortoise memiliki ciri khas warna kemerahan pada bagian kaki dan tempurung bagian bawah.
Kura-kura darat ini berasal dari benua Amerika. Belakangan ini, peminatnya mulai banyak hingga mengalahkan pamor sulcata.
“Ini masuk golongan kura-kura darat. Ini kura-kura hutan (forest tortoise). Sekarang makin banyak dijumpai di pasaran,” kata pecinta reptil asal Kota Solo Tegar Awan Sabrang Cakrawala, Jumat (21/6/2024).
Awalnya, red foot tortoise masuk Indonesia melalui jalur impor. Saat ini, sudah banyak yang membudi daya jenis ini. Sehingga cukup mudah ditemukan di kalangan pecinta reptil atau hewan eksotik lainnya.
Karena bentuknya yang imut, harga jualnya terbilang tinggi. Bahkan jauh lebih mahal dibandingkan anakan sulcata, yang beberapa tahun terakhir jadi primadona.
“Ukuran baby red foot tortoise saja sampai Rp 1,5 juta seekor. Kalau dewasa bisa puluhan juta seekor. Keunikan lainnya, ini jenis yang tidak bisa tumbuh besar seperti sulcata. Jadi tidak perlu kandang yang luas,” imbuh Tegar.
Postur red foot tortoise maksimal antara 30-35 sentimeter (cm). Cukup minimalis untuk ukuran kura-kura dewasa.
Jenis ini punya kelebihan pada coraknya. Yakni eksyen warna merah polkadot di bagian kaki.
Mungkin inilah alasamn utama pecinta reptil gandrung dengan red foot tortoise. Termasuk di Kota Solo dan sekitarnya.
“Perawatannya juga tergolong mudah. Terpenting tidak overheat atau terkena suhu panas berlebihan. Jadi perlu disediakan tempat berendam di kandangnya,” beber Tegar.
Ya, red foot tortoise tipikal kura-kura yang senang dengan kandang yang becek dan berair.
“Kalau untuk pakannya bisa pakai sayur dan buah. Sesekali bisa diberi makan ikan atau cacing,” ujarnya. (ves/fer)
Editor : Damianus Bram