Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Terobosan Forum Anak Kelurahan Joglo Solo Beri Bimbingan Belajar Gratis Siswa Tak Mampu lewat Sibago

Antonius Christian • Senin, 8 Juli 2024 | 03:51 WIB

 

Selain dibimbing dalam pelajaran sekolah, anak-anak juga diajak bermain bersama agar tak bosan. (M Ihsan/Radar Solo)      
Selain dibimbing dalam pelajaran sekolah, anak-anak juga diajak bermain bersama agar tak bosan. (M Ihsan/Radar Solo)    

 

RADARSOLO.COM - Tak sedikit, anak mengalami kesulitan dalam belajar. Namun, karena keterbatasan anggaran, para orang tua tidak memasukkan anaknya ke lembaga bimbingan belajar (bimbel). Nah, berawal dari ini Forum Anak Kelurahan Joglo berinisiatif membuat program Sinau Bareng Anak Joglo (Sibago). 

DI taman cerdas Kelurahan Joglo, puluhan anak berkumpul untuk bersiap memulai pelajaran. Tak lama berselang, para volunteer atau relawan dari forum anak ini lantas mengumpulkan mereka.

Kegiatan dimulai dengan game kecil guna membangkitkan semangat anak-anak. Setelah game selesai, kegiatan lantas masuk ke pelajaran. 

Koordinator Sibago Belinda Tri Ariarta menjelaskan, Sibago ini baru setahun berjalan, tepatnya dimulai sejak 26 Juni 2023. Latar belakang dibentuknya kegiatan ini karena melihat banyak masyarakat kurang mampu di Kelurahan Joglo. 

"Dengan kondisi sekarang, untuk membayar guru les sangat sulit. Maka dari forum anak berkolaborasi dan berkomunikasi dengan kelurahan untuk membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu ini agar mendapat wadah belajar tambahan," kata Belinda.

Untuk peserta, lanjut Belinda, ada sekira 50 anak. Biasanya yang diajarkan kepada mereka ini adalah pelajaran-pelajaran yang dianggap sulit bagi para siswa. Atau siswa kurang memahami suatu pelajaran di sekolah.

"Kami juga memberikan pendidikan karakter kepada anak-anak ini. Seperti nilai kesopanan, dan adab sebagai anak kepada orang tua. Kami beri pendidikan life skill juga. Seperti membuat kerajinan, menanam sayur, dan lain sebagainya. Ini biar anak tidak bosan, dibuat variasi," kata Belinda.

Untuk peserta belajar, Belinda mengatakan dari beragam usia. Dari usia PAUD hingga SMA. Tentu materi yang diberikan sesuai dengan jenjang anak.

"Untuk yang PAUD biasanya kami ajarkan menyanyi dan mengenal benda. Terus usia TK mulai dikenalkan calistung (baca tulis hitung). Kalau sudah SD sampai SMA kami ajarkan sesuai apa yang telah mereka dapat di sekolah," jelas Belinda. 

Awal-awal merintis kegiatan ini, tak banyak anak yang ikut. Hanya ada 10 anak yang datang untuk belajar. Namun setelah dilakukan sosialisi yang masif, baru mulai satu per satu anak berdatangan.

"Akhirnya dari semua RW di Joglo ada anak yang datang. Ada juga yang rumahnya jauh, ikut datang ke sini," ujar dia. 

Kegiatan ini juga untuk mewujudkan Solo sebagai kota layak anak.  Dia berharap anak-anak Joglo yang ikut Sibago tidak hanya terbantu dalam hal pendidikannya. Melainkan juga lahir anak-anak yang punya karakter yang unggul.

"Karena bagaimana pun ke depan anak-anak ini adalah generasi penerus di Kelurahan Joglo. Sebab itu, perlu kita rawat dan berikan akses pendidikan yang laik. Harapannya mereka tidak hanya cakap di keilmuan, melainkan juga punya karakter atau attitude yang baik," kata dia.

Selain terus mempertahankan kegiatan tersebut, Belinda mengatakan ada wacana agar kegiatan ini nanti tidak lagi dipusatkan di taman cerdas, namun ada di tingkat RW. Di Kelurahan Joglo ada sekitar 12 RW dengan 60 RT.

"Karena kasihan, seperti di RW 08 itu lokasinya jauh dari sini, padahal mau ikut. Tapi kadang orang tuanya tidak bisa mengantar. Akhirnya tidak bisa ikut. Jadi nanti rencananya kegiatan ini dipecah di tingkat RW. Ini sedang menjaring volunteer agar merata," imbuh Belinda. (*/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#Bimbel #volunteer #Forum Anak