RADARSOLO.COM - Orang tua memiliki peran penting dalam menumbuhkan lierasi anak. Namun, belum semua orang tua sadar akan hal itu. Nah, dari fakta ini komunitas Kisah Kasih yang bergerak di bidang pendidikan dan sosial membuat gerakan literasi.
Puluhan anak berkumpul dengan semangat, duduk di tribun Taman Cerdas Kelurahan Jebres. Mereka didampingi beberapa mahasiswa dari komunitas Kisah Kasih.
Senyum ceria menghiasi wajah anak-anak saat mereka memegang buku-buku cerita bergambar. Ada yang duduk dengan penuh konsentrasi, hingga tenggelam dalam alur cerita yang mereka baca.
Sementara itu, sebagian lainnya dengan antusias membacakan cerita kepada teman di sebelahnya. Saling berbagi kegembiraan dan pengetahuan baru yang mereka dapatkan dari buku-buku tersebut.
Di lain sisi, beberapa penggerak komunitas duduk berdekatan dengan anak-anak, sabar mendampingi dan membimbing mereka membaca.
Mereka tidak hanya membantu anak-anak mengeja kata demi kata, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta membaca buku. Lewat cara menceritakan kisah-kisah menarik dan memberikan pujian serta motivasi. Suara tawa dan canda riang anak-anak terdengar bersahutan, menciptakan suasana yang hidup dan penuh kebahagiaan.
Salah satu pengurus komunitas Kisah Kasih Umi Nur Hidayah mengatakan, latar belakang komunitas ini bermula dari pengamatan para pendiri saat pandemi Covid-19.
"Ketika pandemi Covid-19 lalu, para founder mendapati bahwa ada suatu fenomena karena lockdown. Kita mengalami kemunduran ekonomi yang akhirnya berdampak pada pendidikan anak-anak," ujar Umi ditemui di Taman Cerdas Jebres akhir pekan lalu.
Dalam situasi ini, banyak orang tua yang harus bekerja lebih keras dan tidak memiliki waktu untuk mendampingi anak-anak mereka belajar di rumah.
Komunitas Kisah Kasih mulai mengadakan program Joy of Reading pada 2020 untuk mengatasi masalah ini. Awalnya di Jakarta. Pada 2022, beberapa founder pindah ke Solo, mereka memutuskan untuk membawa program ini ke kota tersebut.
"Ketika mahasiswanya sudah tidak aktif di Solo atau sudah lulus, regenerasinya kadang belum ter-maintenance dengan baik. Tapi kami berusaha menjadwalkan kegiatan sesuai dengan timeline dan harapannya ke depannya bisa lebih rutin lagi," tambah Umi.
Ke depan, Kisah Kasih berencana memperluas kegiatannya ke berbagai kecamatan di Solo dan bahkan Solo Raya.
"Kami ingin fasilitasi agar Kisah Kasih ini bisa jadi wadah buat mahasiswa belajar juga, sehingga orang-orang di sekitar kampus bisa merasakan manfaatnya," kata Umi.
Contoh nyata dampak positif dari program Joy of Reading adalah meningkatnya minat baca anak-anak dan kesadaran orang tua untuk membeli buku.
"Setiap kegiatan kami memberikan buku, dan ibunya senang karena anak-anaknya langsung membaca dan mengerjakan tugas. Ini hal yang membuat kami senang karena apa yang kami harapkan tercapai," ungkap Umi.
Umi mengatakan, riset komunitas menunjukkan, terjadi peningkatan ketertarikan anak-anak terhadap membaca serta kenaikan persentase ibu-ibu yang mengalokasikan uangnya untuk membelikan anak-anak buku setelah kegiatan yang mereka ikuti.
"Artinya para ibu mulai tercerahkan ternyata perlu memberikan buku bacaan untuk anak-anak. Karena sebelumnya mungkin mereka berpikir belajar itu tugas di sekolah dan kalau sudah di rumah ya sudah dibiarkan," tandas Umi. (*/bun)
Editor : Kabun Triyatno