Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Kisah Ramayana: Wiswamitra yang Tak Puas Dianugerahi Gelar Raja Resi oleh Batara Brahma (2)

Tri wahyu Cahyono • Senin, 12 Agustus 2024 | 20:43 WIB
Photo
Photo


RADARSOLO.COM-Selama bertahun-tahun, Wiswamitra menjalani tapa brata yang sangat keras.

Batara Brahma menampakkan diri memberikan anugerah.

“Berkat tapa bratamu, kini kau telah menjadi raja resi, seorang resi di antara para raja.”

Batara Brahma kemudian menghilang. Wiswamitra kecewa dengan pemberian gelar rajaresi.

“Hai Dewa! Aku tidak tertarik dengan pemberian gelar itu. Aku kecewa. Tapa brataku yang bertahun-tahun hanya membuahkan status rajaresi!”

Wiswamitra kembali memejamkan matanya. “Aku belum puas,” pikirnya.

“Aku hanya menginginkan status yang paling tinggi, brahmaresi,”.

“Aku akan laku tapa yang lebih berat lagi. Hanya satu keinginanku, menyamai kesaktian Resi Wasista,”

Tentu saja Wiswamitra berharap bisa menandingi kesaktian Resi Wasista.

Sebab Wiswamitra dengan mudah dikalahkan oleh Resi Wasista meskipun telah mengeluarkan senjata pamungkasnya.

Dalam pertempuran dengan Resi Wasista, anak panah Wiswamitra  menebas pohon besar dan akhirnya tumbang menimpa atap asrama murid Resi Wasista sampai hancur.

”Hai Resi Wasista! Seluruh asramamu akan kujadikan abu. Kalau aku mau, bahkan seluruh hutan ini!”

Kemudian Resi Wasista keluar menemui Wiswamitra.

Di tangannnya menggenggam brahmandanda, tongkat sakti.

“Semua itu bisa kau lakukan. Tetapi tidak terhadapku. Aku akan mengkhiri keangkuhanmu, wahai raja yang semena-mena!” kata Resis Wasista.

Dengan amarah yang memuncak, Wiswamitra kembali melontarkan anak panahnya.

Bersamaan dengan itu Resi Wasista mengacungkan tongkatnya.

Ajaib, anak panah Wiswamitra terserap masuk ke dalam tongkat itu.

“Kurang ajar!" seru Wiswamitra.

"Terimalah senjataku yang paling sakti ini. Semuanya akan lebur menjadi abu,".

Wiswamitra mengangkat tangannya ke atas, mengeluarkan brahmastra lalu muncul sebuah senjata pendek yang masing-masing ujungnya seperti tombak.

Langit gelap, petir menyambar-nyambar, ketika Wiswamitra mengeluarkan senjata pamungkasnya.

Kegelapan merayapi bumi seperti terjadi gerhana besar.

Wiswamitra segera melemparkannya, sesaat bumi pun berguncang.

Resi Wasista tersenyum sambil menancapkan tongkatnya ke tanah.

Tongkat itu memancarkan cahaya terang, menelan kegelapan yang ditimbulkan brahmastra.

Kekuatan brahmastra punah di hadapan brahmandanda.

Senjata Wiswamitra lebur menjadi abu di hadapan tongkat itu. (tz/mg/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#tapa brata #kisah ramayana #wiswamitra #batara brahma