Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

  Dodik Suryo Saputro, Ciptakan Kopi Kekinian Unik lewat Coffee Mixologist

Maulida Afifa Tri Fahyani • Kamis, 22 Agustus 2024 | 05:19 WIB

 

Dodik Suryo Saputro meracik kopi kreasinya. (Maulida Afifa/Radar Solo)
Dodik Suryo Saputro meracik kopi kreasinya. (Maulida Afifa/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Kopi bisa bisa disajikan dengan beragam cara. Melalui keahlian sebagai coffee mixologist, Dodik Suryo Saputro berkreasi ciptakan minuman kopi infuse.

 

Dunia kopi selalu identik dengan rasa pahit yang kuat. Namun, di tangan Dodik, citarasa kopi berubah menjadi sesuatu berbeda. Pria berusia 32 tahun ini berhasil menciptakan inovasi baru. Dengan menggabungkan kopi dan berbagai jenis buah-buahan sebagai minuman unik dan menyegarkan.

"Produk unggulan kami adalah coffee mixology, yaitu kopi yang diinfus dengan buah-buahan, yang memunculkan cita rasa kopi unik dan khas," kata Dodik ditemui di acara coffee workshop di Solo, Senin (19/8).

Dodik memang ahli dalam mencampur berbagai bahan menjadi minuman yang segar. Kemampuannya tidak diperoleh secara instan. Sebelumnya, dia adalah seorang bartender di salah satu hotel ternama di Solo Raya.

Pengalaman ini mendorongnya untuk mendalami kopi lokal, hingga akhirnya ia menjadi seorang coffee mixologist.

"Saya dulu bartender, tugas saya adalah mencampur berbagai bahan minuman menjadi satu kesatuan rasa yang enak dan unik. Dari situlah ide untuk menciptakan kopi infuse buah-buahan ini muncul,” ungkap Dodik.

Proses pembuatan kopi infuse buah-buahan menggunakan teknik cold brew. Di mana kopi diseduh dengan air suhu ruang selama 12 jam bersama buah-buahan. Setelah itu, kopi disaring dan ditambahkan sirup sebelum dikemas.

Dodik memiliki lima produk kopi infuse andalan, strawberry black, lemon black, orange black, kiwi black, dan leci black.

"Masing-masing memiliki karakteristik rasa yang berbeda. Misalnya, strawberry black dengan kombinasi rasa pahit, manis, sedikit asam. Sedangkan lemon black memiliki asam yang lebih kuat," jelas Dodik.

Selama dua tahun, Dodik mengembangkan inovasi produknya. Menurut dia, tidak semua buah cocok dikombinasikan dengan kopi, sehingga saat ini hanya ada lima racikan yang berhasil ia ciptakan.

Dodik juga sangat memperhatikan pemilihan biji kopi yang digunakan. Dia memilih biji kopi dari Gunung Lawu, Magetan, Jawa Timur, yang terkenal akan kualitasnya.

“Kami menggunakan single origin dari Gunung Lawu, dengan 80 persen robusta dari Temanggung dan 20 persen arabika dari Gunung Lawu,” jelas Dodik.

Menurut dia, proses pemilihan kopi ini tidaklah mudah. Dia harus bereksperimen dengan berbagai biji kopi dari daerah lain sebelum menemukan formula yang tepat.

"Kami pernah mencoba robusta dari Pacitan dan arabika dari Toraja, tapi yang paling cocok adalah kombinasi robusta dari Temanggung dan arabika dari Gunung Lawu," tambahnya.

Meskipun usahanya kini sukses, Dodik mengakui bahwa menjalankan bisnis kopi di Solo Raya memiliki tantangan tersendiri, terutama dengan kehadiran brand-brand besar. Untuk itu, dia memilih menciptakan kopi kekinian yang unik.

Dodik juga melihat potensi besar dalam bisnis kopi lokal. Dengan menggunakan biji kopi lokal yang berkualitas dan memprosesnya sendiri, dia bisa menjual produknya dengan harga yang lebih kompetitif.

Ke depan, Dodik berencana untuk terus mengembangkan varian rasa baru. Tidak hanya dengan buah-buahan, tetapi juga dengan bahan-bahan lain seperti rempah-rempah. 

"Bisnis kopi lokal itu memang potensial dan kompetitif, jadi menurut saya bagi generasi muda yang ingin terjun ke dunia kopi, agar terus berinovasi dan kreatif. Jangan hanya mengikuti tren, tetapi ciptakan trenmu sendiri," tandasnya. (ul/bun)

 

 

 

Editor : Kabun Triyatno
#kopi #kekinian #minuman