Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Upaya Komunitas Edukasi Museum Solo Beri Pencerahan Generasi Muda soal Permuseuaman lewat Kunjungan Virtual  

Maulida Afifa Tri Fahyani • Kamis, 5 September 2024 | 03:51 WIB
Anggota Komunitas Edukasi Museum gelar dialog interaktif tentang permuseuman. (Dok Komunitas Edukasi Museum)
Anggota Komunitas Edukasi Museum gelar dialog interaktif tentang permuseuman. (Dok Komunitas Edukasi Museum)

RADARSOLO.COM - Derasnya arus digital telah menggerus minat generasi muda terhadap permuseuman. Komunitas Edukasi Museum hadir sebagai oasis pengetahuan yang mendorong pengalaman belajar yang menarik bagi masyarakat.

Museum adalah ruang yang menghubungkan sejarah dengan masa sekaeang. Menjembatani ilmu pengetahuan dari generasi lampau kepada generasi mendatang. Keberadaan museum menjadi ruang vital bagi perjalanan sejarah dan perkembangan manusia.

Upaya pelestarian museum inilah yang mendorong Ahmad Bukhori Masruri bersama teman-temannya, membentuk Komunitas Edukasi Museum. 

Tepatnya saat peringatan Hari Museum Nasional pada 12 Oktober 2019 lalu. Komunitas ini lahir sebagai wadah para pecinta museum berbagi pengetahuan serta meningkatkan literasi permuseuman di Solo Raya.

"Komunitas ini bisa dikatakan seperti komunitas maya. Kami cukup getol mengedukasi tentang permuseuman secara digital. Sebagai bentuk respons terhadap tantangan yang dihadapi oleh para penggemar dan pelaku museum di Indonesia," kata Ketua Komunitas Edukasi Museum Bukhori kepada Jawa Pos Radar Solo, Rabu (4/9/2024).

Dengan anggota yang tersebar di berbagai kota seperti Jakarta, Yogyakarta, Semarang, Solo, dan Bali, komunitas ini berfokus pada upaya edukasi dan promosi museum melalui berbagai kegiatan. Tak hanya secara online, komunitas ini juga kerap menghelat diskusi tatap muka.

"Awalnya, kami menyadari kebutuhan untuk menghubungkan orang-orang yang memiliki minat serupa terhadap museum, terutama karena museum-museum di Indonesia sering kali terletak jauh satu sama lain," ujar Bukhori.

"Sehingga, kami ingin menciptakan sebuah platform di mana informasi tentang museum bisa diakses dan dibagikan dengan lebih mudah oleh mereka," imbuhnya.

Komunitas Edukasi Museum meluncurkan website kemuseum.or.id sebagai platform informasi dan diskusi seputar museum. Para anggota kerap menerbitkan essai antologi untuk menambah pengetahuan dalam platform tersebut.

Selain itu, tepat di 2023, komunitas ini berhasil mengembangkan websitenya sebagai ruang virtual experience masyarakat yang ingin mengunjungi museum secara digital.

"Jadi melalui website kami, pengunjung bisa punya pengalaman berkunjung ke museum secara virtual. Dengan melihat koleksi-koleksi yang ada," terang Bukhori.

Upaya pelestarian museum memang menjadi tujuan utama komunitas ini berdiri. Menurut Bukhori, eksistensi museum dari waktu ke waktu cukup mengkhawatirkan. Perlu adanya edukasi kepada kawula muda agar tetap mengunjungi museum sebagai upaya pelestarian.

"Apalagi kondisi museum saat ini juga telah sangat berkembang. Mulai dari fasilitas pra sarana dan koleksinya, inilah yang harus dijaga," ujar dia.

Selain itu, pihaknya turut mendukung pengembangan konservasi lebih lanjut museum. Salah satunya, seperti Museum Mangkunegaran yang rencana dikembangkan koleksinya untuk publik.

"Kami menyambut baik revitalisasinya, supaya memudahkan pecinta museum juga untuk mengkaji koleksi-koleksi yang ada dan menjadikannya lebih relevan serta menarik bagi masyarakat," ujar Bukhori.

Ke depan komunitas ini berencana untuk menyusun atlas dunia lama yang mencakup peta-peta dari berbagai periode sejarah. Proyek ini diharapkan dapat membantu peneliti dan masyarakat dalam memahami perubahan sejarah dan geografis di Nusantara.

"Saat ini kami sudah menginventarisasi 200 lebih peta lama, dari Belanda, Paris, Arab, Portugis dalam bentuk digital yang akan kami cetak dan terbitkan menjadu buku," beber Bukhori.

Di samping itu, Komunitas Edukasi Museum juga terus mengembangkan program-program edukasi dan meningkatkan keterlibatan publik. Mereka juga berfokus pada penerbitan karya-karya baru dan penyebarluasan informasi melalui berbagai platform digital.

"Museum itu adalah kristalisasi pengetahuan, dari sana kita bisa belajar banyak hal mengenai sejarah, budaya, peradaban. Mengunjungi museum itu bahkan tak cukup satu kali, karena ada banyak koleksi yang bisa saja kita lewatkan padahal penting untuk meningkatkan pengetahuan sejarah dan jati diri bangsa kita," tadasnya. (ul/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#generasi muda #edukasi #museum #virtual