RADARSOLO.COM - Pergelaran wayang kulit mewarnai perayaan HUT Kartasura di Keraton Kartasura, Kamis malam (12/9/2024).
Menariknya, seluruh dalang yang tampil adalah anak-anak. Tercatat 10 dalang cilik ambil bagian di pergelaran tersebut.
Gelegar suara gamelan mengiringi seorang dalang cilik yang tampil di Keraton Kartasura. Namanya Fathan Assegaf Putra. Masih duduk di bangku kelas III SD.
Tanpa ragu, Fathan membawakan lakon Anoman Obong. Pembawaannya cukup lantang. Sehingga mampu memukau penonton yang hadir malam itu.
Sesuai judulnya, Fathan menceritakan perjalanan Anoman yang diutus Sri Rama Wijaya untuk menyelamatkan Dewi Shinta. Setelah dibawa kabur alias diculik Prabu Dasamuka.
Perjalanan Anoman tak mulus. Ada banyak rintangan yang dilewatinya untuk menyelamatkan Dewi Shinta. Bahkan dalam lakon yang dibawakan Fathan, Anoman sempat dibakar hidup-hidup.
Suara tabuhan gamelan yang mengiringi cerita juga mampu menghidupkan pertunjukan. Menambah semangat Fathan untuk memainkan sabetan andalannya. Sebagai bagian dari penghayatan dalam cerita wayang tersebut.
“Menurut saya, Anoman Obong ini ceritanya seru. Dulu pernah diminta ganti cerita, padahal persiapan hanya seminggu. Akhirnya saya pilih Anoman Obong,” ujar Fathan kepada Jawa Pos Radar Solo usai tampil.
Fathan sangat antusias dalam pertunjukkannya kali ini. Bahkan di tengah-tengah cerita, dia sempat memperkenalkan diri dengan media wayang kulit.
“Saya sangat tertarik dengan wayang kulit. Menurut saya, ini salah satu upaya dalam nguri-nguri budaya Jawa,” beber Fathan.
Diketahui Fathan sudah mendalami seni pewayangan sejak masih duduk di bangku taman kanak-kanak (TK).
Bersyukur orang tuanya sangat mendukung cita-cita Fathan. “Saya belajar wayang atas kemauan sendiri, tanpa paksaan orang tua,” ujar Fathan. (mg7/nis/fer)
Editor : Damianus Bram