Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kisah Sukses Perajin Asal Boyolali Eko Lukistyanto: Sulap Limbah Kayu Menjadi Replika Bernilai Tinggi hingga Tembus Pasar Eropa

Antonius Christian • Senin, 16 September 2024 | 03:53 WIB

 

Eko Lukistyanto memamerkan beberapa karya replika mobil dan motor mewahnya. (Arief Budiman/Radar Solo)   
Eko Lukistyanto memamerkan beberapa karya replika mobil dan motor mewahnya. (Arief Budiman/Radar Solo)  

RADARSOLO.COM - Potongan-potongan kayu limbah bekas produksi mebel biasanya banyak yang dibuang begitu saja. Namun, di tangan Eko Lukistyanto justru disulap menjadi replika motor dan mobil bernilai seni tinggi.

Di sebuah rumah produksi yang berada di Solorejo, Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Boyolali inilah Eko dengan dibantu sejumlah pekerja menyelesaikan karya seni bernilai tinggi. Bahkan bisa menembus pasar internasional.

Orang mungkin tidak menyangka bahwa karya Eko berupa replikasi motor dan mobil ini menggunakan limbah mebel. Sebab, bentuknya sangat mewah dan unik.

Dalam membuat replika ini Eko tidak sembarangan mencari bahan baku. Dia menggunakan limbah kayu jati yang terkenal kuat dan awet dimakan usia. Usaha ini dia teruskan dari sang ayah Widodo yang dirintis sejak 1994.

"Bapak dulu kerja di pabrik karung di Delanggu, Klaten, kemudian terkena PHK. Lalu pulang Boyolali, terus buat usaha miniatur motor, mobil, becak, dan lainnya seperti yang dijual ditoko oleh-oleh. Baru pada 1997 fokus membuat replika motor Harley Davidson, dan 2002 membuat repilka mobil," ujar Eko. 

Dari situlah, Eko dan sang ayah mulai kebanjiran pesanan replika kendaraan dari limbah kayu tersebut. Bahkan pesanan datang dari luar negeri. Hingga saat ini, pangsa pasarnya 90 persen ekspor.

"Paling banyak ke negara-negara Eropa," jelas Eko. 

Untuk mengolah imbah kayu menjadi replika, Eko membutuhkan waktu lebih dari 2 bulan. Dalam proses pengerjaannya dia dibantu dengan empat orang pegawai. Tiga orang di bagian produksi, dan seorang lagi mengurus finishing.

Baca Juga: Inilah Para Srikandi Solo Wujudkan Peta Indonesia Rajut Raksasa: Butuh Dua Tahun, Tantangan Lelah dan Jenuh

"Kami finishing tergantung permintaan buyer. Cuma biasanya kalau orang luar beli itu, minta finishing-nya mentah, jadi benar-benar warna kayunya," tutur dia.

“Kemudian biasanya sistemnya PO (pre order). Jadi ada pesanan dulu, baru saya garap. Biasanya yang pesan itu untuk dipajang di showroom mobil dan restoran sebagai pajangan. Ada juga yang pasang di kantornya," sambung Eko.

Selain mirip dengan ukuran aslinya, replika mobil dan motor yang dibuat Eko memiliki kelebihan pada detail pembuatan yang menyerupai versi aslinya. Tuas-tuasnya pun juga dapat digerakkan. 

Selama ini, replika mobil yang pernah dibuat antara lain Formula I, Jaguar, Cadillac, Limousine, Mercy, hingga Bugatti Veyron Super Sport, yang digadang sebagai mobil tercepat di dunia. Sedangkan untuk motor kebanyakan varian dari Harley dan Vespa.

Bahkan terbaru, replika buatannya tidak hanya jadi pajangan. Namun juga bisa dikendarai. Hal ini setelah dia mendapat pesanan Vespa kayu, di mana pemesannya meminta karyanya ini bisa melaju layaknya Vespa asli.

"Jadi saya pasang engine Vespa, bodinya kayu," ungkapnya. 

Kemudian ini orderan terbaru, ada replika mobil Mercy SL 300 yang bisa berjalan. Saat ini sedang proses pengerjaan.

“Bulan depan baru saya rangkai kayunya. Ini masih proses pembuatan rangkanya dulu di tukang las. Mesinnya menggunakan Mercy juga. Untuk (mobil) yang bisa jalan waktu perngerjaanya lebih lama, bisa sampai 5 bulan," ujar dia. 

Usaha ini, lanjut Eko, mulai diserahkan kepada sang anak. Namun dia juga masih mendatangi workshop untuk membantu dan mengontrol proses produksi.

"Bedanya kerajinan yang saya buat ini, semuanya solid dari kayu," ujar Eko. (atn/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#Boyolali #eropa #ekspor #limbah #kayu