Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kisah Sukses Ruang Pangan Lampung: Bawa Semangat Ketahanan Pangan Hingga Pura Mangkunegaran Solo

Silvester Kurniawan • Jumat, 4 Oktober 2024 | 04:10 WIB
Komunitas Ruang Pangan Lampung di acara IDAFLS di Pura Mangkunegaran Solo. (Silvester Kurniawan)
Komunitas Ruang Pangan Lampung di acara IDAFLS di Pura Mangkunegaran Solo. (Silvester Kurniawan)

RADARSOLO.COM - Komunitas Ruang Pangan asal Bandar Lampung berhasil menarik perhatian masyarakat Solo saat perayaan International Day of Awareness of Food Loss and Waste (IDAFLS) 2024 di Pura Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah, belum lama ini.

Acara yang digelar oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) ini mempertemukan komunitas yang digerakkan oleh para mahasiswa tersebut dengan masyarakat luas, dalam upaya memicu munculnya gerakan serupa di Kota Solo dan daerah lainnya.

Suasana peringatan IDAFLS di Pura Mangkunegaran sangat meriah. Di antara gemuruh antusiasme pengunjung, booth Komunitas Ruang Pangan menjadi salah satu yang paling banyak dikunjungi.

Komunitas ini tak hanya memamerkan produk-produk inovatif hasil olahan sampah pangan, seperti lilin aromatik dari minyak jelantah dan lukisan dari cangkang telur, tetapi juga mengajak pengunjung memahami pentingnya mengurangi Food Loss dan Waste.

“Senang sekali kami bisa mendapat apresiasi dari Bapanas. Kami tidak menyangka, karena komunitas ini baru terbentuk pada September 2024 lalu,” ujar Jovanka Intinan, 20, Presiden Ruang Pangan, sambil tersenyum bangga.

Pengakuan dari Bapanas dengan penghargaan sebagai Komunitas Paling Konsisten di Gerakan Ketahanan Pangan menambah semangat komunitas ini untuk terus berkembang.

Komunitas Ruang Pangan, yang menjadi Food Bank pertama di Lampung, berkomitmen mengedukasi masyarakat tentang bahaya pemborosan pangan dan memanfaatkan bahan makanan berlebih.

“Kami punya program utama yang didukung beberapa mitra. Misalnya, kami bekerja sama dengan Holland Bakery untuk menampung makanan berlebih dan menyalurkannya ke panti-panti asuhan di Bandar Lampung. Selain itu, kami juga mendistribusikan produk pangan yang kurang layak jual kepada masyarakat yang membutuhkan,” jelas Jovanka.

Kiprah Komunitas Ruang Pangan ini akhirnya dilirik oleh mitra Bapanas RI, yang kemudian mengajak mereka turut serta dalam gerakan yang lebih masif. Komunitas ini diboyong ke Solo agar dapat menjadi percontohan sekaligus memotivasi komunitas-komunitas lain di seluruh Indonesia.

“Ini produksi kami sendiri, dan sekarang sudah disebarluaskan ke kelompok-kelompok binaan kami seperti ibu-ibu dan komunitas masyarakat lainnya. Produk lilin aromatik dari minyak jelantah ini ternyata cukup populer, sementara lukisan dari cangkang telur kami bahkan sempat laku tinggi saat dipamerkan oleh pemerintah pusat,” ungkap Anissa Lutfia (20), Vice President Ruang Pangan, bangga.

Baca Juga: Cerita di Balik Pembuatan 20 Wayang Raksasa Setinggi 3 Meter di Colomadu Karanganyar untuk Paralimpiade Indonesia

Dalam kesempatan ini, Ruang Pangan juga menyampaikan harapannya untuk berkolaborasi dengan lebih banyak komunitas, terutama dari kalangan mahasiswa di Kota Solo. “Sesuai dengan penghargaan yang diberikan Bapanas, kami berharap bisa bekerja sama dengan banyak pihak dan komunitas lain dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk teman-teman dari Solo,” kata Arini (21), Board of Supervisors Ruang Pangan.

Dengan semangat kebersamaan dan inovasi, Komunitas Ruang Pangan siap menjadi mitra dalam kampanye nasional melawan pemborosan pangan. Meski baru berumur setahun, komunitas ini telah menunjukkan bahwa gerakan yang solid dan konsisten mampu menciptakan perubahan nyata, bahkan hingga mendapat perhatian pemerintah pusat.

Editor : Kabun Triyatno
#pangan #Food Bank #lampung #Pura Mangkunegaran #kota solo